by

Dua Rumah di Tanah Sengketa Terbakar

-Uncategorized-67 views

CILACAP Dua rumah di Dusun Ajibarang, Desa Grugu, Kecamatan Kawunganten, dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat (17 dan 18/9) sore, dikabarkan terbakar. Kebakaran yang menimpa dua rumah tersebut berada di atas tanah sengketa yang diperebutkan oleh warga setempat dan salah satu perusahaan milik negara.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sebab salah seorang pemilik rumah sedang berada di Purbalingga.

Namun, kerugian akibat terbakarnya dua rumah itu ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut warga setempat, Sajuri, kebakaran yang terjadi di Dusun Ajibarang RT 03 RW 07, Desa Grugu, Kecamatan Kawunganten itu berlangsung sejak pukul 16.00 WIB. Api diketahui sudah membakar bangunan yang terbuat dari kayu dan atap asbes itu hingga ludes.

Waktu itu saya baru pulang, dan tiba-tiba diberitahu warga ada dua rumah yang terbakar, katanya, Sabtu (19/9).

Menurut dia, rumah yang terbakar hari Kamis milik Moyo, sedangkan hari Jumat rumah milik Jasmita, warga setempat. Moyo yang merupakan warga asli Purbalingga sudah lama menetap di dusun tersebut.

Bahkan, imbuh Sajuri, sebelum adanya rapat antara warga dengan pihak perusahaan milik negara tersebut di kantor Kecamatan Kawunganten, suasana di dusun itu adem-ayem. Justru setelah berlangsung rapat, warga merasakan tidak tenang hingga kebakaran itu terjadi. Tapi, Sajuri menolak jika dikatakan ada intimidasi atau tekanan dari pihak lain.

Hingga Sabtu (19/9) pagi, puing-puing rumah yang terbakar masih dibiarkan di lokasi, bahkan ada sebagian yang masih menyisakan asap.

Puing-puing rumah yang terbakar tampak begitu kontras dengan sekitar lokasi yang kering kerontang karena musim kemarau, dan sangat mudah dikenali.

Sementara itu, Kepala Desa Grugu Nasam saat dikonfirmasi, Rabu (23/9) siang mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui jika hari Kamis dan Jumat ada kebakaran yang melanda dua rumah di wilayah desanya.

Saya sedang ke Jakarta karena ada tugas dinas, katanya via telepon seluler.

Bahkan, Nasam menambahkan bahwa kebakaran itu bisa jadi karena musim kemarau atau sebab lain.

Saya sama sekali tidak tahu kejadian itu, tandasnya, yang saat berbincang sedang menuju kantor Polsek Kawunganten.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy Wijayanto melalui Sekretaris BPBD Suparno, Selasa (29/9), mengaku tidak dilapori jika terjadi kebakaran di Desa Grugu tersebut.

Kami tidak dilapori, Mas, katanya, seraya menegaskan seharusnya BPBD setempat memberitahu pihaknya jika terjadi bencana apapun di wilayahnya.

Wong kebakaran di Wanareja saja kami dapat laporan. Ini malah tidak, ucapnya, dan mengimbau supaya warga ikut pro-aktif melaporkan ke BPBD setempat jika ada bencana seperti kebakaran agar segera cepat ditangani.

Hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian kapan kejadian tersebut ditangani, dan warga berharap pihak berwajib menyelidiki secara tuntas pelaku pembakaran jika dua rumah itu ada yang membakar.

Mereka tidak mau keseharian mereka terusik gara-gara insiden tersebut. (estanto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *