by

Drs. Sutikno,M.MPd Kepala UPK Dinas Pendidikan Kecamatan Baturraden. Pancasila Harus Diamalkan

-Uncategorized-56 views

C360_2016-03-31-15-20-53-211

Betapa penting dan berartinya peran moral dalam kehidupan kita, oleh karena itu perlu ada upaya yang serius untuk membenahi dan menangani krisis moral yang sedang melanda bangsa kita ini. Seluruh unsur harus memberikan perhatian serius dalam hal ini dan harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini.

Hal tersebut Drs. Sutikno,M.MPd Kepala Unit Pelaksana Kecamatan (UPK) Dinas Pendidikan Kecamatan Baturraden kepada elemen saat ditemui dikantornya (1/4/2016).

Dikatakan Sutikno, Bangsa ini dapat dikatakan tengah dilanda persoalan utama yaitu krisis moral, dan kebanyakan kita tidak menyadari itu sebagai sesuatu yang sangat berpengaruh bagi peradaban bangsa dan jati diri atau identitas bangsa  di mata dunia.

“Fenomena yang tidak bisa dianggap remeh, karena nasib bangsa ini yang akan menjadi taruhannya. Bila generasi bangsa ini miskin akan keteladanan dan krisis moral, akan membawa negara pada kehancuran. Meskipun kecerdasannya patut dibanggakan, justru mereka inilah yang merugikan negara dan masyarakat,”tegasnya.

Bagaimana jadinya lanjut Sutikno, jika negara kita kelak benar-benar dipegang oleh generasi yang tidak bermoral. Untuk mengatasi hal ini, tentu pendidikanlah yang menjadi harapan utama sebagai investasi untuk masa yang akan datang dan menjadi satu-satunya cara dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas

“Artinya, para siswa yang kita didik merupakan cikal bakal pemegang tampuk keberhasilan dunia. Oleh karenanya mereka harus cerdas dan bermoral,”ungkapnya.

Apabila moral tidak lagi diindahkan, maka berbagai kekacauan dan permasalahan bangsa akan senantiasa muncul di masyarakat. Ketika moral telah diabaikan,  maka dapat dipastikan yang ada hanya kebobrokan di segala bidang dan sisi kehidupan.

“Dari itu persoalan moral harus menjadi hal yang diperhatikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Dan jawabannya adalah Pancasila,”ungkapnya.

Mengapa Pancasila ungkap Sutikno, karena dalam sila-sila yang terkandung dalam Pancasila kalau dipahami dan diamalkan secara murni dan konsekuen maka hasilnya akan luar biasa. Tatanan pemerintahan Negara akan berjalan lancar dan tanpa hambatan.

“Dulu Pancasila di jabarkan kedalam butir-butir pengamalan Pancasila, dan semua siswa hapal, ketika melakukan kegiatan yang dianggap melanggar pengamalan butir-butir Pancasila, maka temannya akan mengingatkan. Itu melanggar lho, tetapi bagaimana dengan sekarang?,”ungkapnya

Kalau sekarang tegas Sutikno, temanya pasti akan melakukan pembiaran, seolah telah menjadi identitas dalam diri mereka, sehingga tidak lagi memperhatikan keadaan sosialnya.

“Sungguh merupakan hal yang perlu untuk dibenahi, supaya masyarakat kembali menumbuhkan rasa simpati dan kepedulian terhadap sesama yang subur,”ungkapnya.

Ia mengharapkan, tekad dan harapan kita kedepannya, moral anak bangsa ini tidak lagi mengalami krisis ataupun degradasi. Tidak saling menyalahkan, dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga.

“Penting bagi bangsa ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita adalah bangsa yang bermoral, beradab dan beretika,”tutup Sutikno. (Muhammad Noor).

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *