by

DinKop UMKM Gandeng UPT BLK Purbalingga Gelar Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

-Uncategorized-97 views

Baca Juga : Pelaku UMKM Harus Gaul

 Baca Juga : Aplikasi MyUMKM Mudahkan Pelaku UMKM Di Purbalingga Mendapatkan Ijin

 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (DinKop UMKM) bekerja sama Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Kabupaten Purbalingga pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, Sabtu-Minggu (24-25 Agustus 2019), di BLK Purbalingga.

Baca Juga : Banyak Pengangguran di Purbalingga. Tiwi Dorong Pengembangan UMKM

 Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah ( DinKop UMKM) Kabupaten Purbalingga, Drs Budi Susetyono melalui Kepala Bidang UMKM Dinkop UMKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto mengungkapkan, pesantren merupakan Lembaga Pendidikan dan mendukung kelangsungan pendidikan, sudah memberikan kontribusi yang tidak diragukan lagi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mencetak kader-kader intelektual yang siap terjun kemasyarakat.

“Para santri diharapkan tidak hanya mumpuni dalam masalah keagamaan, tetapi juga bagaimana santri bisa bersaing dan mampu menjadi penggerak ekonomi pesantren sehingga menjadi pesantren yang mandiri dan produkstif. Oleh karena itu para peserta diminta mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat menerapkan hasinya  ke pesantren masing-masing, sehingga bisa memberikan nilai tambah untuk perkembangan pesantren maupun masyarakat sekitarnya,” tutur Adi Purwanto.

Kepala Seksi Kewirausahaan, Tri Suhani menambahkan,  salah satu tujuan dari pelatihan kewirahusanaan pesantren  adalah agar para santri punya skill dan keahlian, sehingga bisa mandiri dan berusaha menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian para santri bisa berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian warga pesantren dan masyarakat disekitar.

“Pelatihan ini dibiayai dari APBD Kabupaten melalui kegiatan Peningkatan ekonomi pesantren. Setelah pelatihan, Dinkop UKM akan memberikan bantuan berupa mesin Jahit, Alat Masak dan Perbengkelan,” tutur Tri Suhani

Kepala UPT BLK, Hasan Nurudin menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 84 santri. Untuk pelatihan konveksi dan menjahit diikuti 32 peserta dari 16 Pesantren, bakery 28 peserta dari  14 pesantren dan perbengkelan 24 peserta dari 6 pesantren dengan mengahdirkan pelatih dan instruktur yang ditunjuk BLK.

“Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, nantinya BLK akan memfasilitasi pelatihan lanjutan. Kita akan memprioritaskan peserta yang berminat untuk meningkatkan keterampilan di bidangnya,” tuturnya

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *