by

Di Purbalingga, UNBK SMK Lancar

-Uncategorized-89 views

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK terpantau lancar dan tidak ditemukan kendala. UNBK dimulai hari ini, Senin-Kamis (25-28 Maret 2019).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Purbalingga, F. Budi santoso menjelaskan ada 33 SMK yang terdiri dari 12 SMK negeri dan 21 SMK Swasta yang ada di Purbalingga mengikuti UNBK. Dari jumlah sekolah tersebut, terdaftar 6641 siswa menghadapi UNBK yang diketahui ada empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Teori Kejuruan.

“Mulai dari sabtu kemarin 33 sekolah tersebut telah melakukan persiapan dan 100% siap mengikuti UNBK. Persiapan tersebut seperti sinkronisasi server dan persiapan genset karena cuaca yang sedang tidak menentu ini mengharuskan kita menyiapkan segala sesuatu agar terhindar dari hal yang tidak terduga,” tuturnya

Ketua panitia UNBK SMK N 1 Purbalingga, Nur Romlah mengatakan, pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut berjalan lancar karena persiapan yang dilakukan sudah matang. Persiapan berupa simulasi sebanyak dua kali beberapa bulan sebelum UNBK itu dimulai.

“Sebelumnya kami melakukan simulasi terlebih dahulu mulai dari pemasukan identitas hingga pengerjaan soal,” katanya.

Ia menambahkan, di SMK 1 Purbalingga, siswa yang mengikuti UNBK berjumlah 491 yang terbagi pada lima jurusan peminatan yang ada di sekolah tersebut yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Akuntansi, Pemasaran Administrasi Perkantoran. Pelaksanaan terbagi dua sesi (07.30-09.30 dan 10.30-12.30) dengan menggunakan tujuh lab computer.

“Kami juga menyiapkan genset takutnya listrik mati,” ujarnya.

Kepala SMK N Jawa Tengah, Juwani mengungkapkan, di SMK N Jawa Tengah di Purbalingga, siswa yang mengikuti UNBK sejumlah 94 siswa yang dari dua jurusan yaitu pengelasan dan permesinan.

“Selain menyiapkan jaringan internet yang prima, ketidak khawatiran itu disebabkan SMK merupakan pendidikan berbasis vokasi yang tidak bertumpu pada nilai teori akademik. Karen, ujian ini bukan menjadi penentu kelulusan jadi kami tidak terlalu khawatir. Kalau SMK yang penting skillnya bagus dan akhlaknya baik pasti siap kerja,”ungkapnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *