by

Dari Reuni SPG NegeriPurwokertoLulusan 1985

-Uncategorized-54 views

reuni spg negeri purwokerto

“Meskipun Sekolah Kami Sudah Bubar, Kami Tetap Bersaudara”

 

Suasana haru dan bahagia bercampur jadi satu ketika digelar acara reuni lulusan Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN)Purwokertotahun 1985, di Taman Kota Andang Pangrenan,Purwokerto, baru-baru ini.. Setelah30 tahun berpisah, kini mereka disatukan dalam reuni yang dihadiri sekitar 150 lebihpeserta, yang sebagian besar berprofesi sebagai guru.

“Meskipun sekolah kami telah bubar, namun kami tetap bersaudara. Kami pernah sama-sama menimba ilmu di SPG NegeriPurwokerto, dari tahun 1982-1985. Kami adalah lulusan ke 28 SPG NegeriPurwokerto,” ujar Ketua panitia reuni 30 tahun lulusan SPG NegeriPurwokertotahun 1985, Irianto yang juga Kepala SDN Kedungrandu,Kecamatan Patikraja, Banyumas kepada Lintas24.com.

Irianto yang didampingi penggagas reuni, Darsito juga menandaskan, selama ini persaudaraan diantara alumni sering ditunjukkan dengan anjangsana ke teman yang sedang sakit, silaturahmi ke teman yang punya gawe atau sekedar berkumpul di rumah seorang teman untuk karaokean.

Dalam reuni yang berlangsung semarak itu, diisi kangen-kangenan dari para alumni, joged bersama ,nyanyi bersama lagu marsSPGNPurwokerto, danfoto bersama per kelas, serta foto bersama seluruh alumni.Juga akan diadakan anjangsana ke alumni yang hidupnya masih kekurangan, dan anjangsana ke para guru yang masih hidup, yang rata-rata kini berusia di atas 70 tahun.

Diakui Iriyanto, sebagian besar alumni SPG NegeriPurwokertoberprofesi sebagai guru, utamanya guru SD. Selebihnya, menjadi guru SMP, SMA/SMK, dan dosen di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia.

“Bahkan ada rekan kami yang kini menjadi dosen di Fakultas Kedokteran UGM,” timpalMarwoto, ketua paguyuban alumni SPG NegeriPurwokertotahun 1985.

Selain menjadi guru, ada beberapa diantara alumni yang menekuni bidang lain, seperti menjadipengusaha, anggota DPRD, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan PNS di jajaran pemerintahan serta berwiraswasta.

Seperti halnya seorang alumni yang datang dari Sragen, Yuliwantoro, SH MH yang kini menjabat Kepala Bagian Hukum Pemkab Sragen.

“Meskipun saya tidak menjadi guru, namun saya tidak melupakan almamater saya, SPG NegeriPurwokerto. Dari SPG NegeriPurwokerto, saya mendapatkanilmu keguruan, yang juga berguna bagi saya ketikamemberikan penyuluhanhukum ke masyarakat,”ujar Yuliwantoro, yang mengaku setelah menamatkan SPG NegeriPurwokertotahun 1985, kemudian melanjutkan ke Fakultas Hukum Unsoed, dan Pasca Sarjana Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sementara itu, keberadaan SPG NegeriPurwokertosendiri, dibubarkan oleh pemerintah tahun 1990, seiring perkembangan jaman bahwa guru SD dituntut berpendidikan S-1. Sekolah pencetak para guru SD yang beralamat di Jalan Gereja No 20Purwokertoitu, kiniberalih fungsi menjadi SMA Negeri5Purwokerto.

Sejarah mencatat, para siswa SPG NegeriPurwokerto, termasuk lulusan 1985, tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Banyumas saja. Namun banyak juga dari luar kota, seperti Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Purworejo dan beberapa kota lain khususnya di Jateng

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *