by

Cilacap Layak Jadi Poros Maritim

-Uncategorized-46 views

CILACAP Dosen pada Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Purnama Sukardi mengatakan, Cilacap layak untuk pengembangan poros maritim karena merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki pelabuhan barang di pesisir selatan Jawa.

Hal itu dikatakannya di Purwokerto, Kamis (8/10).

Dia menambahkan, Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap sudah tidak perlu membuat jetty maupun pemecah gelombang karena sudah terlindung oleh Pulau Nusakambangan. Juga laut di sekitar Pelabuhan Tanjung Intan tergolong dalam, sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan.

Kalaupun butuh pengerukan, tidak sesering pelabuhan-pelabuhan di wilayah pantai utara Jawa, seperti Tegal dan Semarang. Jadi kalau sering dikeruk tidak efisien. Kalau yang bagus ya seperti Cilacap itu, alami, ucapnya.

Untuk itu, sudah selayaknya pemerintah melengkapi sarana dan prasarana Pelabuhan Tanjung Intan karena posisinya sangat strategis sebab berada di antara dua benua, Australia dan Asia.

Bahkan, sekitar tahun 1970-an, aktivitas bongkar muat barang dilakukan di Cilacap, bukan Semarang.

Namun selanjutnya diminta Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, katanya.

Dan, saat itu, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Intan sangat ramai.

Pesisir selatan Cilacap merupakan salah satu wilayah laut terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan perairan internasional, tandasnya.

Ditanya tentang tanah-tanah di sepanjang pesisir selatan Jawa dikuasai oleh TNI, dia menegaskan bahwa hal itu sebagai pertahanan karena wilayah pantainya berhadapan langsung dengan negara lain.

Jadi kalau ada warga yang demo terkait tanah-tanah itu, ya salah. Karena laut yang berbatasan dengan negara lain merupakan daerah pertahanan, katanya, seraya menjelaskan bahwa keberadaan benteng di pesisir selatan Cilacap yang dibangun penjajah merupakan bentuk pertahanan terhadap kemungkinan adanya serangan dari Australia.

Selain itu, ucapnya, Cilacap memiliki garis pantai terpanjang di Jawa Tengah yakni mencapai 201,9 kilometer.

Dari panjang garis pantai tersebut, 105 kilometer di antaranya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sedangkan sisanya sepanjang 96,9 kilometer merupakan garis pantai yang berhadapan dengan Pulau Nusakambangan serta kawasan Segara Anakan, tutupnya. (estanto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *