by

Bupati dan Wabup Purbalingga Canangkan Program Gebrak Gotong Royong

-Uncategorized-50 views

 

Tasdi Perintahkan Camat dan Kades Galakan Jum’at Bersih

IMG_074207

 

Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mencangkan program Gebrak Gotong Royong di Kabupaten Purbalingga. Pencanangan program secara perdana di lakukan Bupati Tasdi dan Wabup DH Pratiwi di Dukuh Karanggandul, Desa Bobotsari Kecamatan Bobotsari Jum’at (3 Mei 2016).

Pada kesempatan itu, Bupati Tasdi dan Wabup Tiwi berbaur dengan masyarakat  yang sudah sejak sekira jam 06.00 melakukan bersih lingkungan baik disepanjang jalan lingkungan, pekarangan rumah dan juga lingkungan pekuburan desa.

“Saya minta Pak Camat dapat menggelorakan kembali Jum’at bersih dilingkungannya. Termasuk para kepala desa juga melakukan hal yang sama. Saya dan bu Wakil nanti akan berkeliling kerja bhakti bersama masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, selama tiga bulan memimpin Purbalingga,Tasdi – Tiwi rutin menyelenggarakan kegiatan Subuh Berjamaah yang dilaksanakan tiap bulan sekali. Dalam kegiatan itu juga diadakan gotong royong bedah rumah tidak layak huni (RTLH) bersama warga dan seluruh SKPD.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) R Imam Wachyudi menuturkan, kegiatan Gebrak Gotong Royong merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM). Selain dilaksanakan di tingkat Kabupaten yang dipusatkan di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, awal Mei lalu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di tingkat kecamatan dalam bentuk Gebrak Gotong Royong.

“Kegiatan gotong royong di masyarakat diharapkan berkelanjutan. Bentuknya seperti ini (Gebrak Gotong Royong-red). Dilaksanakan oleh masyarakat secara spontan dan berkelanjutan. Kita harapkan setiap Jum’at dilakukan kerja bhakti seperti ini. Baik di tingkat Kecamatan maupun di desa-desa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bobotsari dr Budiarsa mengaku, pihaknya telah rutin menyelenggarakan gerakan kebersihan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mendukung upaya mencegah berkembangnya demam berdarah (DB). Kegiatan PSN tersebut dilaksanakan seminggu sekali selama 1 jam di tiap desa dan lingkungan oleh masyarakat.

“Waktunya tergantung kesepakatan masyarakat setempat. Ada yang tiap Minggu, Jum’at atau lainnya. Yang  penting dalam satu Minggu, 1 jam digunakan untuk PSN. Kita punya kader dan petugas yang mendampingi,” jelasnya

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *