by

Bupati Banyumas Achmad Husein Memperbolehkan Tempat Ibadah Buka Kembali

-Uncategorized-75 views

Bupati Banyumas Achmad Husein memperbolehkan umat beragama untuk menggelar ibadah di tempat ibadah. Namun dengan beberapa pembatasan yang ketat sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Setelah ditutup lebih dari dua bulan akibat pandemi Covid-19. Tempat ibadah di Kabupaten Banyumas monggo dibuka kembali, asal sesuai dengan SOP,” tutur Bupati Banyumas Achmad Husein kepada cyber media lintas24.com, Kamis (4 Juni 2020).

Ia mengatakan, pembukaan masjid harus mendapat izin dari pihak berwenang. Untuk masjid mukimin atau hanya digunakan warga lokal, izin akan dikeluarkan oleh camat. Sedangkan masjid-masjid yang sering disinggahi warga luar, izin melalui bupati.

“Kalau dari kami, protokol kesehatan sederhana saja. Pertama (menggunakan) masker, kedua disinfektan, tempat-tempat yang sering dipegang sering dibersihkan. Saya wanti-wanti sekali masalah masker dan disinfektan,” ujar Husein.

Dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 440/557/2020 yang dikeluarkan tanggal 2 Juni 2020 telah diatur panduan lengkap penyelenggaraan kegiatan keagamaan di tempat ibadah. Dalam SK disebutkan, tempat ibadah yang diperbolehkan menggelar kegiatan agama ialah yang berada di lingkungan yang aman dari Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan dari Gugus Tugas tingkat desa/ kecamatan/ kabupaten.

Pengurus tempat ibadah juga diwajibkan menyiapkan fasilitas cuci tangan, alat pengecek suhu tubuh dan mengatur jarak antara 1 meter-1,4 meter. Pengurus juga diwajibkan menyiapkan petugas untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan.

Sedangkan kewajiban bagi jemaah antara lain, dalam keadaan sehat, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak fisik dan menghindari berdiam lama atau berkumpul, kecuali untuk ibadah wajib.

Selain itu, dalam SK tersebut juga terdapat larangan beribadah di tempat ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit atau orang dengan penyakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19.

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *