by

Broto Hastono, Advokat yang Hobi Menggambar Sketsa – Berjalan, Melihat dan Menggambar

-Uncategorized-45 views

Menggambar menawarkan ruang seluas mungkin untuk ekspresi kreatif. Istilah gambar dalam seni rupa, dapat didefinisikan sebagai realisasi linier konsep dari objek visual dan juga bisa berasal dari fantasi.

Menggambar itu adalah suatu proses yang berkesinambungan dan terus menerus, jadi seumpama ada secarik kertas dan sebatang pensil, bagi mereka yang menyukai seni gambar, pasti akan langsung mencari obyek yang diminatinya dan mulai menorehkan goresan diatas kertas tersebut.

Dan juga dapat dipastikan, sebuah karya gambar mengekspresikan kepribadian si juru gambar secara spontan dalam arus baris, menjadikannya salah satu pernyataan artistik yang paling pribadi.

Seperti Broto Hastono SH,MH,CRA,CLI, sejak kecil sudah tertarik dengan dunia menggambar. Ketika di bangku Sekolah Dasar, Broto sering dimarahi oleh guru karena suka orat oret dinding kelas dan papan tulis menggunakan kapur. Menginjak remaja dan amsih duduk Sekolah Menengah Atas, Broto bahkan sering dimarahi guru karena ketika diterangkan suatu pelajaran,  justru seringkali curi curi wajah guru untuk saya sketsa diatas kertas.

Kini, disela-sela kesibukannya sebagai Advokat, Kurator, Likuidator, dan Dosen di Kota Semarang, Jawa Tengah, Broto sudah memantapkan hatinya untuk memilih dan menekuni aliran seni urban sketchers yang merupakan aliran seni menggambar atau membuat sketsa realita keadaan lingkungan

“Saat ini saya menekuni aliran urban sketsa yaitu gambar suatu sudut kota dengan aktifitas didalamnya yang saya buat dengan teknik on the spot langsung mengamati lokasi,” ungkap alumnus tahun 1998 Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945

Menurut Dosen Fakultas Hukum Unisbank dan Akademi Pelayaran Niaga Semarang ini, aliran sketsa itu sifatnya spontan dan tidak memerlukan waktu yang cukup panjang, sehingga hal ini tidak mengganggu aktifitas kerja sehari –hari.

Menurut Dia, sebuah gambar dapat menyampaikan apa yang dirasakan oleh sang pembuat gambar. Sekaligus dapat melihat bagaimana kondisi emosi melalui gambar yang dibuatnya. Hobi menggambarnya ini diakui juga menunjang profesinya sebagai advokat, karena bisa melatih kesabaran dan menjernihkan pikirannya kembali fresh.

Biasanya, sudut kota yang menjadi ikon suatu daerah beserta aktifitas yang berlangsung didalamnya menjadi bidikan tema gambarnya, sehingga begitu orang melihat, mereka bisa langsung menebak dan seakan berada di tempat tersebut.

Suami dari Wiwi Nugrahwati, SE ini mengaku, menyukai human interest karena merangkum kehidupan rakyat jelata, yang menjadi realita sehari – hari, hal ini akan mengetuk nurani bahwa kita semua seyogyanya harus bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada diri kita.

“Bahasa gambarnya, we walk (kami berjalan), we saw (kami melihat), dan we draw (kami menggambar). Saya sangat suka membidik tentang realitas kehidupan. Disitulah letak seni gambar sketsa yang sangat menarik bagi saya, karena kita harus dapat menangkap suatu obyek bahkan benda bergerak dalam hitungan detik, untuk kemudian kita tuangkan didalam kertas sebagai sebuah gambar yang memenuhi berbagai komponen,” ungkap Bapak dari Pratama Dipo Hastono, Kalih Damar Atmojo Hastono, dan Tri Galuh Wilujeng Hastono

Bapak kelahiran Jakarta 5 Juli 1974 ini mengaku, tidak terlalu lama untuk menyelesaikan satu buah karya gambar. Sketsa kasar dibuatnya dalam hitungan menit saja. Namun untuk sebuah sketsa jadi, anggota Semarang Sketchwalk dan Urban Sketcher ini membutuhkan waktu sekitar kurang lebih dua jam.

Menggambar sketsa merupakan karya yang menceritakan suatu keadaan di tempat tertentu dan waktu tertentu. Sketsa ini bersifat spontanitas, jadi simple. Selain hobi, ada tujuan lain dibenak hati Broto, yakni sketsa karyanya dibuat untuk sebagai dokumentasi sekaligus koleksi.

Misalnya, membuat gambar sketsa bangunan, jika ditahun-tahun yang akan datang bangunan itu dibongkar, maka akan ada kenangan yang terdokumentasi melalui gambar itu.

”Apalagi banyak spot sketsa paling enjoy di Semarang, seperti Kota Lama, karena banyak bangunan heritage yang indah dan patut didokumentasikan,” katanya.

Ia berharap, para orang tua ketika melihat bakat anak, haruslah didorong dan dikembangkan, selama minat dan kemampuannya positif. Pasalnya, setiap manusia terlahir mempunyai bakat dan keunikan masing – masing.

Seperti halnya menggambar, menjadi hal yang penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ini secara langsung dapat membantu meningkatkan kepekaan rasa dan bahkan meningkatkan intelgensia anak didik, sehingga saya mengharapkan pelajaran seni gambar diperdalam bagi anak didik yang mempunyai bakat dan minat menekuninya.

“Menggambar itu sangat mengasyikkan, karena bagi saya tidak ada kata yang salah dalam menggambar, melainkan harus dimulai dari keberanian membuat suatu coretan,” tuturnya. (dian mulyawati)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *