by

BPS Kabupaten Purbalingga: 74% Penduduk Purbalingga Harus Disensus Secara Offline

-Uncategorized-61 views

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga mencatat 26% penduduk Purbalingga atau 244.483 jiwa sudah melaksanakan pendataan Sensus Penduduk (SP) secara online, sisanya 74% penduduk harus dilakukan sensus secara offline.

“Nantinya 74% Penduduk Purbalingga harus kita sensus secara offline. Rencananya akan dilaksanakan di bulan September dengan mengubah proses yang awalnya dengan metode wawancara, namun karena ada refocusing anggaran maka akan mengubahnya  dengan menjadi drop and pick up,” ungkap  Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Suprih Handayani dalam acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi BPS Kabupaten Purbalingga, di Pendopo Dipokusumo , Kamis (18 Juni 2020).

Ia menjelaskan, BPS akan drop draf melalui RT dan mengambil kembali. Pengolahan datanya dilakukan tahun depan karena keterbatasan anggaran. Jadi dengan terpaksa BPS belum bisa menyajikan data tahun ini. Oleh karena itu, BPS meminta agar kerjasama dengan jajaran Pemkab Purbalingga tetap berlanjut pada SP Offline.

“Sebab, hasil sensus sangat membantu dalam pembangunan manusia. Disamping itu tanggal 15 Juni sampai 15 Juli BPS menurunkan petugas untuk survey updating data potensi desa. Kita juga akan mendata dampak Covid 19 terhadap ketenagakerjaan, akan dilakukan Survei Angkatan Kerja Nasional atau Saknas di bulan Agustus 2020 nanti,” ungkapnya.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berharap Pencanangan Pembangunan Zona Integritas ini tidak hanya mampu mewujudkan wilayah bebas korupsi tapi juga wilayah birokrasi bersih melayani, mampu meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Dengan dicanangkannya ini kualitas data BPS semakin baik akurat dan reliable dapat dipercaya. Sebab segala sesuatu bermula dari data , dengan data yang akurat, kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil akan sesuai dan tepat sasaran,” katanya.

Bupati menginformasikan, terkait dengan penyaluran berbagai bantuan untuk para warga yang terdampak Covid-19 sudah cukup maksimal. Data kemiskinan Kabupaten Purbalingga sesuai data dari BPS ada 15,03%. Sementara masyarakat Purbalingga mendapatkan berbagai bantuan regular ada (PKH, BPNT) ada 24%. Setelah terjadinya Covid-19, ditotal bantuan yang diberikan bisa mengkover hampir 76% dari seluruh KK di Purbalingga.

“Itupun satu dua masih ada keluhan di bawah, oleh karenannya kita sadari data akurat sangat penting,”katanya.

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *