by

Bermain Kata Jadilah Mading – Mading Mentari OSIS SMP Negeri 1 Mrebet Purbalingga 

-Uncategorized-61 views

13393952_10206343953300136_2035910674637922645_n

 

Banyak nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diimplikasikan dalam semua pelajaran di sekolah dengan memanfaatkan media pembelajaran majalah dinding (Mading) sekolah. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut diantaranya gemar membaca, kreatif, disiplin, kerja sama dan berani bertanggung jawab. Dengan demikian, majalah dinding merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif digunakan terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Pembina Mading MENTARI (Media Anak Pintar dan Kreatif) OSIS SMP Negeri 1 Mrebet Purbalingga  Agus Triono, S.Si kepada lintas24.com dan elemen.

Dikatakan Agus Triono, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk melatih diri dalam membuat tulisan. Kebiasaan dan keterampilan menulis tidak terjadi dalam seketika atau secara otomatis, melainkan terjadi melalui proses pembelajaran dan latihan.

“Siswa yang memiliki kebiasaan dan keterampilan menulis, cenderung memiliki wawasan dan cara berpikir yang sistematis, kritis dan analitis,”ungkapnya.

Agus menambahkan,  Mading Mentari  merupakan salah satu program OSIS SMP N 1 Mrebet dari seksi bidang Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Disamping itu juga untuk mengaktifkan kembali papan infomasi yang sudah ada menjadi majalah dinding.

“Nah inilah, bermain kata jadilah mading, diharapkan bisa untuk menampung tulisan karya siswa agar bisa dibaca oleh seluruh warga sekolah,”ungkap Agus.

Untuk siswa yang masuk dalam redaksi lanjutnya, bisa menjadi sarana berlatih mengembangkan minat bakat di bidang jurnalistik. Menu yg diterbitkan di Mading Mentari sebagian besar adalah hasil tulisan siswa, Liputan berita seputar sekolah, wawancara langsung dengan nara sumber siswa, guru, tokoh masyarakat), puisi dan cerpen siswa, ada juga artikel hasil studi pustaka buku atau internet.

“Mading Mentari mulai dirintis awal semester genap tahun pelajaran 2015/2016.Edisi perdana terbit perdana 1 Maret 2016. Madding ini terbit setiap bulan, redaksi mempersiapkan materi sampai layout selama dua minggu agar persiapan terbit pada awal bulan bisa lancar. Namun, terkadang terbentur jadwal kegiatan akademik seperti halnya edisi IV, sehingga terbitnya mundur,”ungkanya.

Agus mengaku, selama empat edisi ini belum ada kesulitan yg berarti dalam penyusunan rubrik. Mungkin hanya dalam prosesnya misal deadline pengumpulan materi yg kadang terkendala dengan kegiatan siswa atau terbentur jadwal mewawancarai guru karena kesibukan guru. Juga dalam pengetikan materi anak anak masih menggunakan fasilitas laboratorium komputer yang juga digunakan untuk pembelajaran.

“Sehingga redaksi mensiasati waktu apabila laboratorium komputer tidak digunakan. Tahun pelajaran 2016/2017 akan diusulkan menjadi ekstrakurikuler jurnalistik. Para guru juga mendukung mading ini dan bahkan rencananya kita akan menjadi bulletin,”ungkap Agus Triono.

Susunan redaksi Mading Mentari,  Ashar Ikhtiarudin (Pimpinan Umum),  Bayu Sutrisno (Pemimpin Redaksi ),  Uswan Nanda K dan  Asri Yohana (Sekretaris Redaksi ), Wahyu Aji dan Imam Afifulloh (Redaktur)  Siti Wekhdatul H, Sindi Ayuningtyas, Septiana, Wili Imam, Devita Uzla, Aniqul Adibah (Reporter) serta didukung Layouter & Desain  Puput, Efri Cahyani, danIca Berliana. (yoga tri cahyono)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *