by

Bawa Penumpang di Atas Kap Mobil – Satlantas Purbalingga Akan Tindak Tegas

-Uncategorized-58 views

bergelantungan

 

PURBALINGGA- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga bersama Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Purbalingga menggelar acara pembinaan pengurus dan pengemudi angkutan di aula Bhayangkari komplek Mako Satlantas Purbalingga, Selasa (26/1).

Dihadapan 50 orang pengurus dan pengemudi angkutan, Kasatlantas Polres Purbalingga Inspektur Satu Riyatnadi melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Lantas, Inspektur Satu Mahudi mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban jiwa.

Satlantas Polres Purbalingga akan menindak pengemudi angkutan penumpang umum yang membawa penumpang yang bergantungan bahkan naik di atas kap mobil, dan pengemudi mobil pick up yang membawa penumpang di belakang karena tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Kita mengharuskan kepada para pengemudi untuk mengakhiri kebiasaan jelek dan melanggar UU lalu lintas. Ini peringatan terakhir bagi para pengemudi, karena tindakan tersebut dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan adanya korban jiwa,” ungkap Mahudi.

Mahudi juga mewajibkan kepada para pengendara kendaraan bermotor agar mematuhi peraturan berlalu lintas diantaranya melengkapi surat-surat kendaraan bermotor yaitu SIM dan STNK.

“Jadi, pengemudi dan atau perusahaan angkutan umum wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan penumpang. Jika melanggar maka akan dilakukan penindakan sesuai UULAJ No 22 Tahun 2009,”imbuhnya.

Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Kanit Dikyasa), Inspektur Dua Kustono menambahkan, Unit Dikyasa tak akan bosan melakukan pembinaan melalui pendidikan langsung ke lapangan untuk menyadarkan betapa pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Pasalnya, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Persyaratan teknis ini salah satunya terdiri dari pemuatan . Yang dimaksud dengan “pemuatan” adalah tata cara untuk memuat orang dan atau barang. Ancaman pidana bagi yang melanggarnya adalah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Dalam kesempatan itu, seluruh pengurus dan pengemudi sepakat untuk mengakhiri kebiasaan mengangkut penumpang di atap kendaraan dan mengangkut penumpang dengan kendaraan yang bukan peruntukannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *