by

Banyak Pengangguran di Purbalingga. Tiwi Dorong Pengembangan UMKM

-Uncategorized-57 views

 

 Jumlah pengangguran terbuka di Purbalingga bertambah. Hal ini terjadi karena banyak Industri bulu mata melakukan pengurangan karyawan. Ditambah lagi dengan permasalahan lapangan kerja bagi kaum pria yang belum signifikan.

“Pengurangan jumlah karyawan PT rambut palsu ini menjadikan problem baru yaitu pengangguran terbuka yang meningkat. Ini harus kita pikirkan jalan keluarnya Bersama,” kata Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat menyampaikan paparan kinerja 2018 dan kebutuhan APBD 2020 saat Musrenbangkab, Kamis (28 Maret 2019) di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Guna mengurangi angka pengangguran di Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyarankan agar UMKM di Purbalingga digenjot lagi sehingga serapan tenaga kerja akan meningkat. Tiwi menginginkan produk unggulan Purbalingga seperti kopi, nanas dan hasil olahan lain mampu mengatrol pendapatan masyarakat. Dia berharap masyarakat Purbalingga mandiri dengan menjadi pengusaha dan bahkan bisa membuka lapangan kerja.

“Kita kan punya produk unggulan seperti kopi, nanas gula kristal, sapu glagah dan lain sebagainya yang sudah popular di luar negeri. Ini harus kita dorong perkembangannya agar pelaku UMKM bisa membuka lapangan kerja baru untuk menekan pengangguran,” tuturnya.

Dorongan tersebut menurut Tiwi dilakukan dengan memberikan kredit lunak kepada pelaku usaha. Dalam acara tersebut Tiwi mengimbau kepada BUMD dan Bank yang ada di Purbalingga khususnya Bank Jateng untuk membantu permodalan kepada pelaku UMKM agar bisa berdaya lagi. “Saya mohon ini kepada BUMD serta Bank Jateng untuk membantu UMKM kita sehingga mereka bisa berkembang dan menjadi solusi atas masalah yang ada,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Tiwi berencana akan mengadakan pertemuan dengan para pelaku UMKM di Purbalingga per Kecamatan. Dia ingin berkeliling per Kecamatan mendata ulang jumlah UMKM dan mendengarkan apa yang dibutuhkan mereka para pelaku UMKM. Dirinya berjanji akan memfasilitasi kebutuhan UMKM di Purbalingga.

“Nanti kita duduk Bersama dan data ulang jumlahnya serta kami dengarkan kebutuhan UMKM Purbalingga sehingga kita mendorongnya tepat sasaran,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *