by

“Ardi Mandala Giri’ Masuk Nominasi Lomba Apresiasi Pokdarwis Jateng

-Uncategorized-100 views

jembatan cinta desa wisata Panusupan3

 

Ketua Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri Desa wisata (Deswita) Panusupan,  Kecamatan Rembang, Yanto Supardi mengaku siap dinilai oleh tim penilai lomba apresiasi Pokdarwis tingkat Jateng.

Hal ini diungkapkan Yanto, terkait Pokdarwis Ardi Mandala Giri, masuk dalam nominasi lomba apresiasi Pokdarwis tingkat Jateng. Bersama Ardi Mandala Giri,  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Provinsi Jateng juga menetapkan 11 nominator lainnya dari seluruh Jateng.

“Kami sudah siap menerima tim penilai, kapanpun waktunya,” kata Yanto kepada lintas24.com Senin (13 Juni 2016).

Yanto menambahkan, deswita Panusupan saat ini mengelola enam daya tarik wisata, antara lain wisata religi Ardi Lawet, jembatan cinta, susur sungai, taman Srimbar Jaya, wahana outbound Wana Tirta dan  curug Pesantren, serta sejumlah daya tarik seni budaya seperti seni Dayakan, lengger lanang, Rodat, kuda lumping dan kothekan lesung.

“Wisatawan yang datang bisa membeli paket kunjungan wisata dengan menginap di homestay, atau bisa juga mengunjungi daya tarik wisata baik wisata alam, dan religi,” tambah Yanto Supardi.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, berdasar pemberitahuan dari Dinbudpar Jateng melalui surat nomor 556/4063 tertanggal 10 Juni 2016 yang ditandatangani Kepala Dinbudpar tentang penetapan 12 nominasi lomba apresiasi Pokdarwis tahun 2016.

Prayitno merinci, ke-12 Pokdarwis yang masuk nominasi masing-masing Ardi Mandala Giri (Purbalingga), Tetuko (Wonogiri), Guyub Rukum (Boyolali), Gelora Panorama (Kudus), Lumbung Lestari (Kabupaten Pekalongan), Jamalsari (Kota Semarang), Si Kujang (Kab. Pekalongan), Mukti Mara Ndesa (Kebumen), Sekar Kanthi (Kab. Semarang), Deworejo (Sragen), dan Pesona Bahari (Kabupaten Tegal).

“Untuk pengembangan deswita di Purbalingga, akan mengembangkan 15 dewsita, antara lain dengan pemberian stimulan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 1 miliar untuk lima desa pada tahun 2015, dan Rp 800 juta pada tahun 2016 ini juga untuk lima desa.

“Dengan memacu desa-desa wisata di Purbalingga, wisatawan yang datang ke desa wisata pada tahun 2015 mencapai 276 ribu, dan pada tahun 2016 ini ditarget 1 juta pengunjung ke desa wisata. Khusus untuk Desa wisata Panusupan, tahun ini ditarget 150 ribu pengunjung, dan kunjungan Januari hingga minggu kedua bulan Mei 2016 sudah mencapai 54 ribu wisatawan,” tambah Prayitno.(yoga tri cahyono)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *