by

100 Orang Warga Cilacap Selatan Kena HIV

-Uncategorized-63 views

Sudah  Terjangkit

Data terbaru menyebutkan, dari total penderita Penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Cilacap sebanyak 600 orang. Kecamatan Cilacap Selatan berada diperingakat teratas dengan sedikitnya, ada 100 orang yang telah terjangkit HIV. Untuk posisi kedua adalah Kesugihan, Jeruklegi, Adipala, dan Cilacap Utara.

Selain itu, menurut data yang dimiliki Klinik Voluntary Conselling Test (VCT) RSUD Cilacap, sudah ada tujuh pasang pasangan suami istri (pasutri) maupun calon pasutri yang telah diperiksa dan positif HIV di tahun 2015 ini. Dari data tersebut dua pasutri telah melahirkan, tiga pasutri sedang menunggu kelahiran. Bayi-bayi tersebut kemungkinan besar menuruni virus HIV dari sang ibu.

“Bahkan, satu orang merupakan gadis berusia 17 tahun, dan sudah hamil. Namun belum menikah serta positive terkena HIV. Hal tersebut karena kerapnya hubungan seks diluar nikah tersebut, ” ucap Manajer Klinik VCT RSUD Cilacap, Rubino Sriadji kepada Lintas24.com.

Rubino menambahkan, pada kasus 2015 ini, ada juga yang terkena HIV disebabkan karena penyuka semua jenis atau yang kerap disebut double garda yang dilakukan oleh si lelaki. Hal tersebut menjadi salah satu faktor utama penularan virus HIV pada pasangan suami istri baik yang baru akan menikah maupun baru menikah.

Dari data diketahui, bahwa 5 dari 14 orang yang positif HIV di tahun 2015 hingga bulan Mei adalah yang mengidap kelainan seksual yaitu menyukai dua jenis.

“Yang paling banyak laki-laki karena biasanya pada masa lalunya ada yang pernah berhubungan sesama jenis dengan laki-laki lain dan ketika menikah dengan perempuan, maka virus itu ditularkan, ” terangnya.

Hubungan seks sesama jenis merupakan yang paling berbahaya dikarenakan caranya yang tidak sehat.

“Penularan virus yang sangat rawan adalah dari yang berhubungan sesama jenis antara laki-laki dengan laki-laki. Karena virus dari berhubungan badan tersebut yang tidak sehat dan juga tidak steril, ” ucapnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *