by

Update Covid-19 di Indonesia,Senin Senin (15 Juni 2020): Bertambah Kasus Baru 1.017

-Dunia, Update-dibaca 3.13Rb kali | Dibagikan 46 Kali

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memaparkan, masih terjadi penambahan kasus Covid-19. Berdasarkan data hingga Senin Senin (15 Juni 2020) pukul 12.00 WIB, ada 1.017 kasus baru dalam 24 jam.

“Penambahan itu menyebabkan kini ada 39.294 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. Kami dapatkan kasus Covid-19 terkonfirmasi positif adalah 1.017 orang, sehingga totalnya menjadi 39.294 orang,” tuturnya dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Senin sore

Adapun, 1.017 kasus baru itu tersebar dari 23 provinsi di seluruh Indonesia. “Ada lima provinsi yang angka laporannya cukup tinggi,” ujar Yurianto.

Dia memaparkan, penambahan tertinggi ada di Jawa Timur dengan 270 kasus baru Covid-19. Kemudian diikuti DKI Jakarta dengan 142 kasus baru, Jawa Tengah dengan 116 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 101 kasus baru, dan Kalimantan Selatan dengan 66 kasus baru.

Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan 592 pasien Covid-19 yang dianggap sembuh. Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, ada 15.123 pasien yang sembuh setelah sebelumnya dinyatakan mengidap Covid-19. Namun, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dalam periode 14 – 15 Juni 2020, ada penambahan 64 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga totalnya menjadi 2.198 orang,” tuturnya.

Hingga saat ini kasus Covid-19 tercatat sudah ada di 34 provinsi atau semua provinsi yang ada di Indonesia.  Secara khusus, ada 432 kabupaten/kota yang terdampak. Jumlah ini bertambah satu wilayah dibandingkan data kemarin.

Pemerintah juga mencatat ada 36.744 orang yang saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Selain itu, ada 13.649 orang yang saat ini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Adapun, pemerintah mengakui hanya melakukan pemeriksaan sebanyak 8.776 spesimen dalam sehari.

Ia mengakui bahwa penurunan ini disebabkan adanya hari libur yang diterapkan sejumlah laboratorium pemeriksaan. Total saat ini sudah dilakukan pemeriksaan spesimen 523.063 spesimen dari 329,190 orang yang diambil sampelnya. Ini berarti satu orang menjalani pengambilan spesimen lebih dari dua kali.

Comment

Berita Lainnya