by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Siap Mamasuki  New Normal

-Pendidikan, Update-dibaca 920 kali | Dibagikan 63 Kali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyatakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah siap menghadapi tatanan baru, terutama dalam bidang Pendidikan. Kehidupan di era “New Normal” mengharuskan manusia untuk melakukan gaya hidup baru di tengah pandemi Covid-19 agar tetap sehat dan bertahan hidup.

“Saya tadi diajak ke laboratorium farmasi dan ruang kuliah. Tadi saya hitung cuma ada 36 tempat duduk, berarti tidak sampai 50% itu sudah bagus. Karena biasanya berkapasitas 80. Tempat sholatnya tidak berurutan, tetapi silang-silang, itu sudah betul,” tutur Wakil Bupati Banyumas, Sadewo disela-sela acara Ngepit Bareng Keliling Fasilitas Kampus Pra New Normal UMP, Sabtu (20 Juni 2020) pagi.

Sadewo berharap pandemi segera berakhir, virus corona segera leynyap dari Banyumas dan Indonesia pada umumnya, agar pembelajaran dan perkuliahan bisa berjalan kembali.

“Ya mudah-mudahan cepat selesai (pandemi), karena menurut saya semua pembelajaran baik tingkat pelajar dan mahasiswa itu dilakukan secara daring. Dan saya yakin itu kurang optimal. Mudah-mudahan pandemic segera berakhir,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Jebul Suroso menyatakan pihak UMP telah siap menghadapi tatanan baru, terutama dengan sejumlah agenda yang dalam waktu dekat dilakukan. Sejumlah agenda tersebut di antaranya penerimaan mahasiswa baru melalui jalur smart.pmb.ump.ac.id jalur online dengan menggunakan nilai raport dan jalur regular menggunakan ujian Computer Based Test (CBT).Untuk penerimaan mahasiswa baru, UMP saat ini tengah memsauki gelombang dua yang berakhir pada akhir Juli 2020. Sementara untuk gelombang ketiga pada Juli hingga Agustus 2020.

“UMP telah melakukan berbagai upaya skenario tatanan baru yang telah ditentukan. Kita ubah desainnya, kami upayakan sedemikian rupa sehingga kapasitasnya tidak terlalu besar. Kemudian protocol masuk ke kampus Kita berlakukan. Jadi kalaa ada mahasiswa yang masuk ke Purwokerto, kita sudah siapkan protocol yang telah ditentukan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk praktikum semester genap, sudah direncanakan dan kondisi dinyatakan aman, maka bulan Juli sudah diizinkan fakultas untuk membuka praktik laboratorium yang tidak memungkinkan dilakukan secara online.

“Untuk tahun ajaran baru, tahun 2020 – 2021 kita masih berpegang pada kebijakan mentri. Untuk Pendidikan Tinggi di Seluruh zona itu menggunakan daring. Yang kita lakukan saat ini adalah menyiapkan dosen, prodi serta fakultas untuk perangkat daring untuk sedemikian rupa untuk mapan. Sehingga pelayanan mahasiswa semakin baik,” ungkapnya.

Menurutnya keputusan apakah daring full itu buelum final, karena masih mempertimbangkan banyak aspek, mengikiti kebijakan mentri selanjutnya.

“UMP sudah siap untuk tatanan baru, sampai saat ini kami di bidang akademik sudah merilih 15 regulasi untuk menyiapkan New Normal, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, kuliah prakti, ujian dan sebagainya,” imbuhnya.

Comment

Berita Lainnya