Menu
Media Online Terpercaya

Unesco Catat Bahasa Ibu di Dunia Terancam Punah

  • Share
beritabaik.id
foto: beritabaik.id

Baca Juga: Pilah Sampah Dari Rumah, Bantu Bangkitkan Ekonomi Bangsa | Nurul Farida Tunnajach

Aksi demonstrasi tersebut berbuntut panjang hingga akhirnya membuat Pakistan Timur memisahkan diri dan mendeklarasikan wilayahnya menjadi Bangladesh. Inisiatif Hari Bahasa Ibu Internasional lahir dari seorang warga Bangladesh yang berkirim surat kepada Sekjen PBB Kofi Annan.

Baca Juga: Catatan dari Bengkel Sastra Guru Bahasa Indonesia SMP – Ahmad Tohari : Budaya Menulis 1 Persen Bakat, 99 Persen Keringat-

Mempertahankan Bahasa Ibu

Dia meminta PBB melakukan tindakan penyelamatan terhadap bahasa-bahasa di dunia. Harapannya adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan bahasa ibu atau bahasa pertama, dan melindungi warisan berharga dari bahasa dunia. Pengakuan Unesco datang pada 1999 dan memproklamasikannya sebagai hari untuk mengamati dan merayakan bahasa asli di seluruh dunia.

Baca Juga: Yeny Kurnia Prihandini – Gunakan Bahasa Jawa, Satu Keharusan

Hari Bahasa Ibu Internasional dicanangkan oleh Konferensi Umum UNESCO pada 17 November 1999. Sidang Umum PBB menyambut baik proklamasi hari itu dalam resolusi 2002. Pada 16 Mei 2007, Sidang Umum PBB  dalam resolusinya A/RES/61/266 menyerukan kepada negara-negara anggota untuk mempromosikan pelestarian dan perlindungan semua bahasa yang digunakan oleh masyarakat di dunia.

Baca Juga: Ka Dindikbud Purbalingga, Setiyadi : Jika Tidak Mau Berubah, Jangan Jadi Guru

Membina Multibahasa

Dengan resolusi yang sama, Sidang Umum memproklamasikan 2008 sebagai Tahun Bahasa Internasional. Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati sejak 2000.

Mengutip laman Unesco, tiap tahun Hari Bahasa Ibu memiliki tema. Untuk 2021 temanya “Membina multibahasa untuk inklusi dalam pendidikan dan masyarakat”. Dengan ini mengakui bahwa bahasa dan multibahasa dapat memajukan inklusi. Selain itu fokus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tidak meninggalkan siapapun.

UNESCO percaya bahwa pendidikan, berdasarkan bahasa pertama atau bahasa ibu, harus dimulai dari tahun-tahun awal karena pengasuhan dan pendidikan anak usia dini adalah fondasi pembelajaran.

Melansir laman PBB, peringatan tahun ini adalah seruan kepada pembuat kebijakan, pendidik dan guru, orang tua dan keluarga untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap pendidikan multibahasa, dan inklusi dalam pendidikan untuk memajukan pemulihan pendidikan dalam konteks Covid-19.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *