UNBK SMP/MTs Terkendala Soal Telat 30 Menit

By: On: Dibaca: 6,304x
UNBK SMP/MTs  Terkendala Soal Telat 30 Menit

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten pada hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung lancar. Meski sempat ada kendala soal tidak bisa diakses hingga 30 menit di awal sesi pertama, namun kendala itu bisa diatasi dan siswa selesai mengerjakan tanpa halangan hingga selesai.

“Tidak ada masalah yang cukup berarti, hanya kendala kecil di awal-awal, tapi seterusnya lancar,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Subeno, Senin (23/4).

Menurutnya, di Kabupaten Purbalingga, pelaksanaan UN masih terbagi dua yaitu UNBK dan Ujian Nasional dengan Kertas Pensil (UNKP). Untuk sekolah yang sudah UNBK ada 100 sekolah, masing-masing 37 secara mandiri dan 63 menumpang. Adapun rinciannya, untuk UNBK mandiri terdapat 21 SMP dan 16 MTs serta menumpang 43 SMP dan 20 MTs. Sedangkan yang masih berbasis kertas dan pensil terdapat 15 sekolah yaitu 12 SMP dan 3 MTs.

Total siswa yang ikut UNBK sebanyak 13.590 siswa dan UNKP 808 siswa. “Hari pertama yang tidak ikut UNKP ada tujuh anak, tapi semua menyatakan mengundurkan diri alias tidak mengulang. Untuk yang UNBK sampai sore ini  belum seluruhnya masuk datanya (yang tidak ikut),” katanya.

UN tingkat SMP/MTs digelar selama empat hari, Senin-Kamis (23-26/4). Untuk hari ini, para peserta UN akan mengerjakan soal matematika, hari ketiga mata pelajaran Bahasa Inggris dan hari terakhir mata pelajaran IPA. Masing-masing mata pelajaran dikerjakan selama tiga sesi.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Karanganyar, sempat terjadi kendala di sesi pertama dan sesi ketiga. Di sesi pertama terjadi keterlambatan soal yang tidak bisa diakses selama 30 menit. Sedangkan sesi ketiga terjadi pemadaman listrik.

“Secara umum berlangsung lancar. Listrik sempat padam saat sesi III, tapi menyala lagi 15 menit kemudian,” kata Panitia UNBK MTs 1 Purbalingga di Karanganyar, Abas Rosyadi.

Di sekolah tersebut, juga terdapat seorang siswa, Muhammad Subaqir (16), yang harus dibantu oleh guru saat mengerjakan UNBK karena yang bersangkutan menderita glaukoma. Dia tidak bisa membaca karena mengalami kebutaan akibat gangguan retina sejak empat bulan terakhir.

“Karena belum ada fasislitas yang mendukung, maka panitia dengan didampingi oleh pengawas, membacakan soal, kemudian siswa tersebut menjawab dengan lisan,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!