by

UMP Adakan Seminar Daring  Guna Kesiapan Tenaga Profesional PMIK di Masa Covid-19

-Pendidikan, Update-dibaca 6.35Rb kali | Dibagikan 20 Kali

Universitas Muhamadiyah Purwokerto  (UMP) melalui Program Studi (Prodi) Manajemen Informasi  Ilmu Kesehatan (PMIK)  D4, Fakultas Ilmu Kesehatan telah mengadakan seminar secara daring dengan judul ”Kesiapan Tenaga Profesional PMIK Terhadap Electronic Medical Record  Pada Sistem Health  Information Exchange di Masa Pandemi COVID-19”.

Jumlah peserta yang hadir pada acara tersebut total 104 peserta. 60 di antaranya adalah perekam medis dan informasi kesehatan seluruh indonesia dan 40 di antaranya adalah mahasiswa UMP.

Seminar tersebut dilaksanakan menggunakan aplikasi Zoom, bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang Profesional (DPC) Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI) Banyumas. Acara ini langsung disambut oleh Wakil Rektor 1 UMP, Jebul Suroso, dan Ketua DPC PORMIKI Banyumas, Dimas Ari Wibowo.

Dalam sambutan pertama, Jebul Suroso menjelaskan bahwa ia turut senang dan sangat mengapresiasi dengan diadakanya kegiatan seminar daring ini.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik untuk bisa membangun prodi ini menjadi prodi yang kuat dan kokoh agar bisa menuju visi yang sudah kita tetapkan. Kami berharap semangat keilmuan ini untuk terus bisa dikembangkan. Kami juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pembicara yang sudah menyempatkan hadir, kami yakin bukan hal yang mudah untuk mengundang ibu bapak semua di tengah kesibukannya. Mudah-mudahan materi yang nanti dipaparkan bisa menjadi untuk bekal kita semua untuk bisa mengembangkan prodi kami untuk menguatkan profesi perekam medis dan informasi kesehatan.”ujarnya, Kamis (20 Agustus 2020).

Kemudian, Dimas Ari Wibowo menambahkan dalam sambutan selanjutnya, bahwa ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi semua yang hadir, karena narasumber yang mengisi acara tersebut sangat luar biasa dan berkompeten di bidangnya. Pemateri-pemateri tersebut adalah Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis Dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI), Nuryati, Ketua Majelis Kehormatan Etik PMIK, Sugiharto, dan Pengelola Minat Prodi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan  (SIMKES) S2 Universitas Gajah Mada (UGM), Lutfan Lazuardi.

Baca Juga:  Jokowi Minta BNPB Bangun Hutan Pantai Untuk  Antisipasi Megathrust

“Di masa pandemi ini kita harus selalu bisa meng-uprgrade ilmu kita. Maka dari itu, mari kita dengarkan dengan baik apa yang nanti disampaikan oleh pemateri dan kami ucapkan selamat untuk UMP yang telah mengadakan seminar daring ini dan semoga semakin jaya.”ujarnya

Acara seminar tersebut dibuka oleh narasumber pertama, yaitu Ketua APTIRMIKI, Nuryati, yang menjelaskan muatan rekam medis elektronik dalam kurikulum pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan atau manajemen informasi kesehatan di indonesia dan jenjang dari D3 sampai dengan S2 pada pendidikan tersebut.

“Semakin majunya teknologi dan sering dinamakan dengan industri 4.0 kita harus menyiapkan bagaimana kebijakanya. Di zaman ini sudah mulai untuk pendaftaran melalui barcode,dengan kamera dan untuk memberikan obat kepada pasien juga sudah mulai dengan teknologi”tuturnya.

Kemudian diikuti oleh narasumber kedua, Ketua Majelis Kehormatan Etik PMIK, Sugiharto, yang menjelaskan mengenai penerapan rekam medis elektronik di era pandemi Covid-19.

“Sebelum kita masuk ke era pandemi Covid 19 ini, implementasi rekam medis elektronik memang masih jadi perbicangan dikalangan masyarakat, praktisi rekam medis karna memang sebagian bansakes ada yang sudah melakukan rekam medis elektronik ada juga yang belum.”ungkapnya

Lalu, terakhir ditutup oleh narasumber ketiga, yaitu Pengelola Minat Prodi SIMKES S2 UGM,  Luthfan Lazuardi, yang menyampaikan mengenai kesiapan sistem informasi kesehatan pada health information echange di indonesia.

“Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, ada perubahan yang sangat mendasar dalam praktek kesehatan dan juga dalam pelayanan kesehatan.  Untuk penerapan health information echange manfaat yang diperoleh memperbaiki mutu tulisan, mengurangi eror pembacaan, memfasilitasi subsitusi, memudahkan kordinasi, dan mengurangi waktu tunggu,”ungkapnya.

 

(Rizky Riawan Nursatria)

Baca Juga:  IPPNU Jabar Luncurkan Ruangdialog.com

Comment

Berita Lainnya