Ubaloka Kwarcab Purbalingga Ikuti Pelatihan Jungle Rescue

By: On: Dibaca: 11,711x
Ubaloka Kwarcab Purbalingga Ikuti Pelatihan Jungle Rescue

Unit Bantuan Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Kwarcab Purbalingga mengikuti Pelatihan Jungle Rescue atau gunung hutan yang diadakan oleh Badan Search And Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) Kantor Semarang di Desa Serang Kecamatan Karangreja dan Gunung Slamet Purbalingga, Rabu-Sabtu (7-10 Mei 2018).

Ketua Panitia Pelatihan Jungle Rescue, Ariyadi Setiyaka mengungkapkan, tujuan diadakannya pelatihan Jungle Rescue guna membekali potensi SAR kemampuan teknik pencarian, pertolongan dan evakuasi korban baik di gunung maupun di hutan. Selain itu, relawan SAR nantinya dapat menerapkan kemampuan jungle rescue dalam penanganan kecelakaan, bencana dan kondisi yang membahayakan manusia

“Dengan pelatihan seperti ini peserta nantinya dapat menangani musibah kebencanaan secara cepat dan tepat di lokasi musibah,” imbuhnya.

Ariyadi Setiyaka menambahkan, peserta berasal dari SAR Gabungan dari tujuh Kabupaten di Jawa Tengah mengikuti. Tujuh Kabupaten yang mengikuti meliputi Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Brebes, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Banjarnegara.

“Sebanyak 68 orang relawan menjadi bagian dari SAR, yakni Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Aremba, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Banser Tanggap Bencana (Bagana), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Rescue BPBD, dan SMK SPM Nasional Purwokerto,” ungkapnya.

Materi yang diberikan lanjut Ariyadi Setiyaka, berdasarkan jenis kelas dan pemenuhan kebutuhan peningkatan kapasitas SAR. Materi tersebut antara lain Pengantar Medical First Responder (MFR), Perawatan Darurat, Fraktur, dan Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung Paru (BHD RJP) yang melibatkan instruktur, mentor dan tenaga penunjang yang melatih Jungle Rescue berjumlah 20 orang yang berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.

“Adapun untuk materi junglenya atau hutan gunungnya itu ada navigasi darat, eksplore SAR atau Essar, Teknik Survival dan teknik evakuasi,” jelas Ariyadi Setiyaka.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!