Trisni Yuliana Siswa SD N 1 Galuh, Bawa Batik Nusantara Ke Istana Bogor

By: On: Dibaca: 152,793x
Trisni Yuliana Siswa SD N 1 Galuh, Bawa Batik Nusantara Ke Istana Bogor

Wakili Jateng di Ajang LCSP Tingkat Nasional

trisni yuliana_batik

Batik memang budaya tradisional dengan teknik membuatnya sebenarnya cukup mengasikkan dan menantang imajinasi melalui proses pembuatan motif dan mewarnainya.

Seperti halnya Trisni Yuliana, siswi SD Negeri 1 Galuh Kecamatan Bojongsari Purbalingga, sudah terbiasa memainkan jari-jari lentiknya memegang canthing yang sudah terisi lilin malam panas. Di tangan kirinya sudah siap selembar kain mori yang sudah terdapat gambar pola batik.

Corak batik nusantara hasil cipta karsa dan karya anak pasangan Sunarko dan Wartini berhasil menjadi juara 1 tingkat Propinsi Jawa Tengah dalam ajang Lomba Cipta Seni Pelajar (LCSP) 2016 belum lama ini. Trisni Yuliana berhak mewakili Propinsi Jawa Tengah untuk maju di tingkat nasional yang akan diselenggarakan 2-3 Oktober 2016 di Istana Bogor Jawa Barat.

“Bangga sih, bisa membawa nama Purbalingga ditingkat nasional,”ungkapnya Trisni yang terkenal pendiam kepada elemen di sela-sela kegiatan Jambore Ranting Kecamatan Bojongsari, Jumat (2 September 2016).

Gadis cilik kelahiran 13 Juli 2005 mengaku memulai memainkan imajinasi membuat batik terinspirasi dari sang ibu yang telah lama menjadi perajin batik yang tinggal di RT 09 RW 05 Dukuh Peniron Desa Galuh Kecamatan Bojongsari.

Trisni mengungkapkan, hanya berbekal kesabaran dan ketekunan dapat menguasai teknik membatik. Pertama membatik ternyata tidak mudah. Kalau terlalu panas, malam bisa bleber (mengalir-red), tetapi kalau terlalu dingin tidak bisa mengalir.

“Beberapa kali canthing tersumbat malam yang mongering. Jangan putus asa dan terus mencoba itu kuncinya,” ungkap Trisni yang bercita-cita menjadi perancang busana bemotif batik.

Kepala SD Negeri 1 Galuh, Sajum S.Ag mengungkapkan, tanpa pendekatan khusus, sulit mengajak anak menekuni kegiatan membatik. Meminta dia duduk tenang dalam waktu cukup lama dan membutuhkan konsentrasi, bukan hal mudah. Anda perlu menyiapkan strategi agar anak tertarik dan menikmati proses membatik.

“Akan lebih mudah jika anak memang hobi menggambar. Seperti Trisni biarkan dia berkreasi, guru disekolah tinggal membimbing saja, bebaskan dia menggambar apa saja yang ia suka dia atas kain,” katanya

Ia menambahkan, kegiatan membatik juga akan lebih menyenangkan jika dilakukan serta mendapat dukungan bersama antara anak, orang tua dan guru. Mungkin pertama kali belajar, waktu satu jam sudah cukup. Jika lebih dari itu, anak bisa merasa bosan, kecuali ia memang menikmati kegiatan membatik. Membatik bisa memiliki banyak manfaat. Dalam penerapan kepada anak, kegiatan membatik bisa mengasah imajinasi dan kreativitas anak.

“Perlu dilihat ketertarikan anak. Jika ia ingin terus belajar, dukung minatnya serta segera beri fasilitas,”ungkapnya. (muhammad noor)

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!