TPA Bedagas Kembali Dibuka, Masyarakat Desa Bedagas Siap Terima Sampah

By: On: Dibaca: 5,170x
TPA Bedagas Kembali Dibuka, Masyarakat Desa Bedagas Siap Terima Sampah

Masyarakat Desa Bedagas, Pengadegan akhirnya dapat menerima pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kalipancur Desa Bedagas. Keputusan ini merujuk hasil musyawarah bersama Kepala Desa, BPD, LKMD, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Masyarakat terkait pengoperasian kembali TPA Kalipancur di Aula Kantor Kecamatan Pengadegan Minggu, (24 Maret 2019).

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM bersama yang hadir menyepakati beberapa hal, diantaranya Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan segera menyelesaikan masalah penumpukan sampah di TPA Bedagas akan diselesaikan selama satu minggu.

“Selanjutnya, Camat, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Ketua BPD dan Ketua LKMD beserta unsur masyarakat Desa Bedagas bersedia untuk mengamankan kebijakan pemerintah terkait pengiriman dan pengelolaan sampah ke TPA Bedagas,”ungkap Dyah Hayuning Pratiwi yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Sekretaris Badan Perencana, Penelitian Pengambangan Pembangunan Paerah (Bappelitbangda), dan Camat Pengadegan.

Dyah Hayuning Pratiwi menambahkan, Pemerintah Kabupaten menyetujui aspirasi Pemerintah Desa dan masyarakat Bedagas berupa  bantuan pembangunan Balai Desa, pelebaran jalan menuju Dusun 5 dengan syarakat tidak ada ganti rugi pembebasan lahan dan bantuan pembangunan lapangan

“Kami berkomitmen menyelesaikan tumpukan sampah di TPA namun kami juga ingin sampah yang ada di kota ini bisa kembali diproses ke TPA, sehingga Purbalingga tidak lagi darurat sampah,” kata Dyah Hayuning Pratiwi

Terkait dengan 21 item komitmen Pemkab Purbalingga lanjut Dyah Hayuning Pratiwi, akan direalisasi secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Meski demikian beberapa hal yang sudah direalisasi diantaranya penyediaan LPJU, rekrutmen 31 Tenaga Harian Lepas (THL) di TPA serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang akan mulai dicairkan tahun ini.

“Peruntukan BKK ini, Pemerintah Desa harus mematangkannya terlebih dahulu melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Harus ada proses mekanisme perencanaan. Jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.

Kepala DLH Purbalingga Priyo Satmoko SH MH mengungkapkan, saat ini telah dilakukan penggalian lubang penguburan untuk gunungan sampah, dengan keterbatasan alat berat eskavator long arm.

“Untuk merealisasikan komitmen penyelesaian selama seminggu ini akan dilakukan penambahan alat berat. Disisi lain kami juga akan memasang zona aktif I yang saat ini masuk tahap lelang,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Bedagas, Juwari menyatakan selaku kades baru, ia akan mendukung setiap program pemerintah daerah. “Kelihatannya solusi tersebut sudah disampaikan, kalau itu betul-betul dilaksanakan sesuai harapan, silahkan. Mari selaku masyarakat Bedagas agar antara ketempatan dan menempati bisa sama-sama menerima manfaatnya,” katanya

Seperti yang diketahui, sebelumnya masyarakat Desa Bedagas khususnya Dusun 5 merasakan adanya gangguan polusi udara akibat tumpukan sampah di TPA, bahkan dirasakan sebagian kecil di Dusun 4. Hal itu disebabkan oleh sampah yang menggunung serta kurang maksimalnya proses sanitary landfill dan keterbatasan kemampuan mesin pemilah.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!