by

Tolak RUU HIP, Gabungan Ormas di Purbalingga Gelar Aksi Damai

-Politik, Update-dibaca 15.90Rb kali | Dibagikan 57 Kali

Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI), Lembaga Pengawas Kebijakan Publik (LPKP) Sangga Buana dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Purbalingga membentuk ‘Aliansi Cinta Pancasila’.

Mereka menyuarakan penolakannya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Pada aksi itu, Ketua DPRD Purbalingga Bambang Irawan langsung menemui peserta aksi dan menerima serta menanda tangani pernyataan sikap tertulis dari Aliansi Cinta Pancasila untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Aksi yang dilakukan bersama Aliansi Cinta Pancasila di Kabupaten Purbalingga berbeda dengan aksi di daerah lain. Aksi yang dilakukan tersebut dikemas dalam bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk menolak RUU HIP,” kata Koordinator aksi Heri Warsito dalam orasinya di depan Sekretariat DPRD Kabupaten Purbalingga, Senin (7 Juli 2020)

Ia mewakili peserta aksi menyampaikan berterima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga yang telah mau berdiri di tengah peseserta.

“Ketua DPRD Purbalingga, Bung Bambang Irawan tidak berdiri di atas partainya tetapi beliau berdiri di tengah-tengah kami. Terima kasih, Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati,” imbuhnya dalam orasi

Menurut dia, pernyataan sikap yang diserahkan kepada anggota DPRD terkait penolakan RUU HIP. Poin yang dipermasalahkan di RUU HIP adalah pemerasan Pancasila menjadi Trisila sebagaimana tercantum di dalam Pasal 7.

“Tidak hanya itu ada pasal-pasal lain yang bertentangan dengan hati nurani kami,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Bambang Irawan mengatakan aspirasi yang disampaikan oleh para ormas di Purbalingga akan diteruskan kepada DPR RI dan pemangku kebijakan kepentingan terkait.

“Saya tadi langsung menanda tangani dan tidak menunggu lama apalagi menunda-nunda. Kami akan kawal dan kirimkan surat itu paling lambat 2 kali 24 jam. Nanti kami akan kirimkan tembusan ke para ormas,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan para ormas tersebut dengan penuh etika. Dirinya ingin masyarakat Kabupaten Purbalingga dapat mencontoh penyampaian aspirasi yang dilakukan para ormas tersebut.

“Ini (aksi) dilakukan sangat penting. Kalau masyarakat ingin menyampaikan aspirasi ya seperti ini,” ungkapnya dari atas mimbar aksi.

Kapolres Purbalingga, AKBP Muchammad Syafi Maula mengatakan, pengamanan aksi berjumlah 336 personel yang terdiri satu Pleton Brimob dari Banyumas, satu pleton Dalmas dari Banyumas dan personel Polres Purbalingga.

“Jalan yang dilalui peserta aksi harus steril. Agar dapat berjalan lancar dan aman. Selain itu penyampaian aspirasi dilakukan oleh perwakilan,” ungkapnya

Ia mengungkapkan, peserta aksi wajib memenuhi protokol kesehatan terkait Covid-19, diantaranya mengenakan masker, dan menjaga jarak..

“Tadi saat aksi juga para peserta demo disemprot disinfektan,” katanya.

Comment

Berita Lainnya