by

Tiwi Bakal Luncurkan Kampung Pendidikan di Purbalingga

-Pendidikan, Update-dibaca 15.23Rb kali | Dibagikan 92 Kali

 

Putus sekolah disebabkan nilai tradisi yang masih kental. Anak-anak memilih untuk langsung bekerja daripada melanjutkan sekolah. Padahal, Anak-anak memerlukan basis pendidikan dasar agar mampu menjadi tumpuan harapan bangsa. Masih tingginya angka putus sekolah inilah yang melatarbelakangi Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menginisiasi berdirinya Kampung Pendidikan di Purbalingga.

“Bu Tiwi mempunyai ide membangun Kampung Pendidikan di Purbalingga. Sasarannya, Desa dengan Angka Pertisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) yang masih relative rendah serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menggambarkan kualitas sumber daya manusia masih kurang,”ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Subeno kepada cyber media lintas24.com usai acara sosialisasi program Zona Integritas di  aula Jendral Soedirman Dindikbud Purbalingga, Senin (1 April 2019).

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga sebenarnya sudah menyediakan kesempatan pendidikan dasar bagi mereka. Namun, status perekonomian keluarga kerap menjadi kendala bagi anak-anak mendapatkan kesempatan itu sepenuhnya

“Sebenarnya, sasaran kita bukan anak-anak putus sekolah, melainkan mereka yang rentan. Artinya begini, kita motivasi kepada seluruh masyarakat untuk peduli akan pendidikan anak-anak. Misalkan, ada masyarakat setempat yang menjadi pengusaha, maka harus peduli agar anak-anak jangan putus sekolah.  Para pengusaha dapat menjadi orang tua asuh dengan memberikan bea siswa,”ungkapnya.

Kampung pendidikan ini lanjut Subeno, nantinya diharapkan akan kental dengan kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan. Selain itu, dengan adanya kampung pendidikan ini, seluruh masyarakat tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi membantu tempat-tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

“Kalau dilingkungan Dindikbud, guru-guru sudah terpanggil untuk peduli memberikan bantuan kepada para siswa agar tidak putus sekolah. Jika ada 25 orang anak, para guru hanya mampu membiayai 15 orang, maka sisanya itu yang harus kita carikan donaturnya,”ungkapnya

Baca Juga:  Satlantas Polres Purbalingga Imbau Masyarakat Jangan Naik Odong-odong

Ia menambahkan, untuk meluncurkan Kampung Pendidikan ini perlu dukungan semua pihak. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.

“Seperti tadi Saya ungkapkan, partisipasi finansial dapat diwujudkan berupa dukungan dana sesuai dengan kekuatan dan kemampuan masyarakat. Selain itu, lembaga bisnis dan industri diharapkan dapat menyisihkan anggaran untuk pemberian beasiswa pendidikan,”ungkapnya.

Comment

Berita Lainnya