by

Tiga Orang Pekerja Pabrik Rambut di PT Boyang Industrial Reaktif Rapid Test

-Dunia, Update-dibaca 15.76Rb kali | Dibagikan 219 Kali

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi memaparkan, hasil rapid test massal selama dua hari terakhir terhadap 657 orang, ditemukan sebanyak 31 orang reaktif. Meski belum bisa dikategorikan kasus positif covid-19, namun sudah menggambarkan kasus covid-19 masih muncul di masyarakat.

“Rapid test kami lakukan di sejumlah pusat keramaian, pabrik dan mesjid, ternyata ada 31 yang reaktif. Dari jumlah itu, ada tujuh orang yang berasal dari luar Purbalingga. Bahkan ada satu orang dari luar kota yang alamatnya tidak jelas, tidak memberikan informasi alamat yang benar,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dalam rakor pengendalian covid dengan jajaran diruang rapat Bupati, Sabtu (30 Mei 2020).

Ia menjelaskan, hasil rapid test reaktif yang berasal dari luar kota masing-masing tiga orang asal Banjarnegara dari sampel reaktif di PT Boyang Industrial, satu orang sampel di Harum Swalayan berasal dari Banjarnegara. Kemudian satu orang di Pasar Bukateja asal Banjarnegara. Kemudian, satu orang warga Banyumas sampling saat sholat Jumat di Mesjid Darussalam, dan satu sampel di Mesjid Darussalam yang tidak jelas alamatnya, namun dari luar kota.

“Sampel yang reaktif telah kami koordinasikan dengan pemilik usaha dan juga ke Pemkab setempat sesuai alamat untuk ditindaklanjuti proses karantina dan ujia swab. Sedang sampel reaktif lainnya dari 22 lokasi berasal menyebar hampir di seluruh wilayah Purbalingga. Kepada yang reaktif dan warga Purbalingga, langsung kami isolasi di rumah sakit dan dilakukan test PCR/swab. Jika nantinya negatif maka akan dipulangkan, namun jika positif covid maka langsung dirawat di ruang isolasi,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menambahkan, sejumlah lokasi tempat usaha termasuk pasar, jika nanti sampel yang reaktif dan hasil uji swab-nya positif, maka tidak menutup kemungkinan akan ditutup sementara.

“Misalnya, pasar Bobotsari yang telah reaktif 5 orang, jika nanti hasilnya positif semua, maka untuk sementara kami pertimbangkan untuk ditutup. Atau alternative kebijakan lain dengan pembatasan jumlah pengunjung tempat usaha dan mengurangi jam operasional,” tambah Bupati Tiwi.

 

 

Comment

Berita Lainnya