by

Tiga Orang Jadi  Korban Tanah Longsor. Pramuka Peduli Purbalingga Sigap Mengevakuasi

-Pendidikan, Update-dibaca 13.09Rb kali | Dibagikan 116 Kali

Tiga orang dikabarkan menjadi korban tanah longsor di perbukitan Desa Karangbanjar Kecamatan Kutasari Purbalingga. Perkiraan keberadaan korban terpisah tidak dalam satu lokasi, tetapi tidak tertimbun tanah. Korban juga diperkirakan mengalami luka robek di kepala dan Patah tulang atau fraktur pada kaki. Untuk menuju titik itu harus melalui medan terjal. Hanya satu jalur yang bisa ditempuh untuk evakuasi korban, yakni menyusuri sungai.

Baca Juga: Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Tengah Gelar Pelatihan Protokol dan Kehumasan Secara Daring

Baca Juga: Ka Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Siti Atikoh Minta Pramuka Harus Miliki Jiwa Kepemimpinan dan Adaptif

Mendengar berita itu, anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarcab Purbalingga sigap bergerak cepat, dengan peralatan evakuasi yang lengkap untuk penanganan pertolongan pertama dan evakuasi korban. Tiba di pos kendali pertolongan, anggota Pramuli menyiapkan peta lokasi yang didapat dari hasil pantauan Sistem Pemosisi Global atau Global Positioning System (GPS). Setelah menemukan titiik koordinat melalui GPS, selanjutnya dicari titik keberadaan korban melalui kompas.

Baca Juga: Ambalan Pandu Dewanata dan Dewi Kunthi SMA Negeri 2 Kudus Gelar Gladian Pinsa

Baca Juga: DKR Gerakan Pramuka Bulu Kabupaten Rembang Siaga COVID-19

Korban ditemukan sesuai kabar awal, korban luka robek di kepala dan patah tulang kaki. Namun jumlah korban yang dikabarkan berjumlah tiga orang ternyata bertambah satu orang. Artinya, jumlah tandu Lipat (Folding Stretcer) untuk evakuasi kurang satu. Untuk mengatasi kekurangan tandu evakuasi, Iwan Supriyatno dan Andi berinisiatif membuat tandu darurat dari bambu dan kayu yang ditemukan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Ini Pesan Ketua Mabi Saka Wira Kartika Kodim 0702/Purbalingga Kak Letkol Inf Decky Zulhas di Hari Jadi ke 13 Saka Wira Kartika

Baca Juga: Saka Bakti Husada Ranting Karangreja Kwarcab Purbalingga Gelar Pelatihan Medical First Responder

Pertolongan korban dilakukan, membalut menjadi tindakan pertama menghentikan pendarahan, kemudian menyangga dan menahan bagian kaki agar tidak bergeser serta menjaga agar bagian yang cedera tidak bergerak. Pertolongan pertama selasai, tetapi evakuasi empat korban tidak berjalan mulus, 30 orang anggota Pramuli harus berjibaku menaklukan derasnya arus sungai yang penuh dengan bebatuan.

Baca Juga: Kwarcab Pramuka Kerjasama PWI Purbalingga Gagas Bentuk Saka Jurnalis

Baca Juga: Perdana, Angkatan XVI Saka Bhayangkara Polsek Bumiayu Gelar Hiking Bersama

Itu merupakan bagian simulasi penanganan dan evakuasi korban di medan terjal yang dilakukan oleh Pramuli Purbalingga, di Bumi Perkemahan Munjul Luhur Desa Karangbanjar Kecamatan Kutasari Purbalingga, Sabtu (31 Oktober 2020)

Baca Juga: Pramuka Peduli Kwarcab Purbalingga Terus Gencarkan Gerakan Pakai Masker

Baca Juga: Pramuka Peduli Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Demak Bagikan Masker dan Hand Sanitazer

Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Purbalingga, Purnomo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota Pramuli Purbalingga dengan materi berupa teknik pertolongan dalam segala medan, termasuk mengevakuasi korban di medan terjal di alam terbuka. Sebenarnya seluruh anggota Pramuli Purbalingga sudah menguasai ilmu dasar dalam melakukan evakuasi korban yang berada di medan terjal

“Kita mengenalkan kembali peralatan dasar, proses pemidahan korban, baik yang naik turun ataupun turun naik. Semacam penyegaran bagi anggota,” katanya saat di Bumi Perkemahan Munjul Luhur Desa Karangbanjar Kecamatan Kutasari Purbalingga, Sabtu (31 Oktober 2020).

Baca Juga: Pramuka Peduli Kwarcab Purbalingga Galang Dana Untuk Masyarakat Terdampak Covid -19

Baca Juga: Gerakan Pramuka Kwaran Kalimanah Purbalingga Gelar Kursus Orientasi Singkat Mabigus dan Mabisa

Secara umum lanjut Purnomo, kegiatan latihan kesiapsiagaan dibagi menjadi lima tahapan utama, yakni tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pihaknya secara rutin memberikan pelatihan pertolongan pertama anggota Pramuli untuk mengasah kemampuan, sehingga jika terjadi bencana atau kecelakaan, setidaknya bisa memberikan pertolongan pertama kepada orang lain.

“Setelah melaksanakan pelatihan hari ini, anggota Pramuli bisa membagikan ilmunya di tengah masyarakat. Seperti jika terjadi kecelakaan mulai dari memberikan pertolongan pertama, maupun membantu mengevakuasinya. Ilmu yang diberikan harus dibagikan seperti, memberikan pengetahuan kepada teman sebayanya atau minimal di lingkungan sekolah maupun keluarga,’ ungkapnya.

Comment

Berita Lainnya