Ternyata, Ini Alasan Brigadir Teguh Riyanto Memilih Wayang Untuk Media Sosialisasi

By: On: Dibaca: 9,509x
Ternyata, Ini Alasan Brigadir Teguh Riyanto Memilih Wayang Untuk Media Sosialisasi

Pemilihan Wayang Lalu Lintas sebagai media pendidikan tertib berlalu lintas ini berawal dari kecintaan Brigadir Teguh Riyanto anggota Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga kepada budaya Wayang Kulit.

Tahun 2016, sesuai tugas pokok fungsi (tupoksi) sebagai anggota Unit Dikyasa, terbesit dalam pikiran Brigadir Teguh Riyanto untuk menggunakan wayang sebagai media pendidikan tentang tertib lalu lintas kepada masyarakat.  Penggunaan wayang sebagai media pendidikan bertujuan untuk menyampaikan materi sosialisasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Brigadir Teguh Riyanto pertama kali terinspirasi ketika melihat pementasan Opera Wayang Humor dengan dalang Tulus Pangudi. Kedua kalinya melihat pementasan wayang golek oleh Dalang Kusno dari Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang. Saat itu Dalang Kusno pentas semalam suntuk dalam acara Pramuka di sanggar Pramuka.

Didasari minat dan bakat sejak kecil, Brigadir Teguh Riyanto meminta Dalang Kusno untuk mengajari cara memainkan wayang. Dengan konsentrasi penuh, Brigadir Teguh Riyanto berguru mengasah ilmu pewayangan kepada Dalang Kusno. Tak berapa lama sudah dapat menguasai panggung wayang.

“Bulan September 2016, pertama kalinya mementaskan wayang lalu lintas pada cara peringatan HUT Polantas sekaligus launching wayang lalu lintas di halaman Polres Purbalingga,”ungkap Brigadir Teguh Riyanto.

Saat Pementasan, Brigadir Teguh Riyanto menggunakan pohon pisang sepanjang 2 meter, tetapi wayangnya tidak menampilkan tokoh pewayangan seperti biasa, namun diganti dengan wujud manusia. Ada wujud polisi, pengendara sepeda motor, anak sekolah, pelanggar lalu lintas dan beberapa karakter lainnya. Lakon yang pertama kali dibawakan berjudul keselamatan berlalu lintas. Saat itu pengiring gamelan panayagan masih dari sanggar Dresanala, sindennya siswa SMA Negeri 1 Purbalingga.

Setelah itu, kegiatan pementasan wayang lalu lintas dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Masih di bulan yang sama,  Ka Satlantas Polres Purbalingga mendapat perintah untuk mementaskan wayang lalu lintas dengan dalang Brigadir Teguh Riyanto. Pementasan  itu disaksikan Kapolda, pejabat Polda Jateng dan para Kapolres se-Polda Jawa Tengah dalam rangka resepsi HUT Ke 61 Polantas tahun 2016. Saat itu sudah melibatkan tiga orang Polisi Wanita dari Satlantas Polres Purbalingga untuk menjadi sinden.

Wayang Lalu Lintas ini pentas hanya berdurasi 10 menit, namun sambutannya luar biasa. Polres Purbalingga saat itu juga mengikuti Lomba Pelayanan Inovasi dan Aksi Lalu Lintas dan mendapatkan juara inovasi favorit

Dalam pentasnya, wayang lalu lintas mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Ditampilkan juga tata cara berkendaraan yang baik dan berkeselamatan. Selain itu, dijelaskan contoh pelanggaran lalu lintas dan akibat yang ditimbulkan.

“Selain materi utama tentang tertib berlalu lintas, disampaikan juga informasi dan sosialisasi program kepolisian. Diantaranya berupa pengenalan program Kapolri untuk mewujudkan Polisi yang profesional, modern dan terpercaya dan aplikasi Smile Police Polda Jawa Tengah,”ungkapnya.

Disetiap pementasan, lakon wayang dibawakan Brigadir Teguh Riyanto selalu berbeda-beda dengan sejumlah materi tertib berlalu lintas disampaikan dengan lugas dan mudah dicerna. Mulai kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK hingga kelengkapan kendaraan. Diantaranya penggunaan helm standar, penyalaan lampu pada siang hari termasuk lampu sen saat berbelok juga diingatkan, serta ketaatan terhadap rambu lalu lintas dan marka jalan.

Ditengah-tengah acara, pada saat “gara-gara”, Brigadir Teguh Riyanto memberikan  pertanyaan diantaranya bagaimana cara berkendara baik dan benar seperti cara berboncengan, teknik pengereman, faktor penyebab kecelakaan, hingga etika berlalu-lintas. Bagi penonton yang dapat menjawab dengan benar, diberikan hadiah berupa helm, tas dan souvenir.

Kedepan wayang lalu lintas akan di gabungkan dalam event tertentu untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua maupun masyarakat secara umum. Dan mampu diketahui masyarakat secara luas untuk menciptakan tertib berlalu lintas.

Brigadir Teguh Riyanto berharap wayang lalu lintas dapat dipakai sebagai sarana pendidikan terutama pendidikan kepatuhan dan tertib berlalu lintas karena didalamnya banyak tersirat unsur-unsur pendidikan mental dan watak.

“Wayang lalu lintas menjadi media informasi, karena dari segi penampilannya, sangat komunikatif didalam masyarakat. Dapat dipakai untuk memberikan pemahaman dan sebagai alat untuk mengadakan pendekatan kepada masyarakat, memberikan informasi mengenai aturan berlalu lintas dan berkendara di jalan raya yang baik,”ungkapnya.

Hingga tahun 2019, wayang lalu lintas yang merupakan terobosan kreatif dari Satlantas Polres Purbalingga sudah melakukan pementasan sebanyak 29 kali.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!