Teguh Pratomo – Setiap Hari Genjot Sepeda Bambu Ke Kantor

By: On: Dibaca: dibaca 86.10Rbx
Teguh Pratomo – Setiap Hari Genjot Sepeda Bambu Ke Kantor

 

Sekarang, bersepeda sudah jadi bagian gaya hidup. Sering kita dengar istilah bike to work alias pergi bekerja dengan “menggenjot” sepeda. Sepeda memang bisa jadi alat transportasi yang paling murah dan pasti tanpa menggunakan bahan bakar minyak.

Seperti yang dilakukan setiap hari oleh Teguh Pratomo (38) PNS di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Purbalingga. Ia mencoba menularkan “virus” genjot sepeda yang terbuat dari bambu dari rumahnya di Perumahan Griya Abdi Kencana menuju ke kantor di komplek alun-alun Purbalingga.

“Lumayan genjot dengan jarak 2 KM setiap hari. Dengan bersepeda ke kantor, bisa lebih sehat, juga bisa berkontribusi mengurangi tingkat polusi,”ungkap anggota Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda) Purbalingga.

Untuk menggenjot sepeda ke kantor, Suami Yeny Kurnia Prihandini memberi sedikit catatan tips dan trik yang biasa dilakoni, diantaranya mengetahui secara pasti jarak antara rumah dan kantor, hal ini penting agar bisa mengukur kemampuan fisik dalam bersepeda. Jika jarak rumah dengan kantormu dekat, boleh saja setiap hari naik sepeda. Tapi kalau sebaliknya, mungkin bisa bersepeda hanya pada “hari-hari pendek” seperti Jumat.

Tips selanjutnya, sebelum berangkat ke kantor, selalu pastikan kalau kondisi sepedanya prima dengan mengecek tekanan ban, kondisi rantai, dan kelengkapan baut sepeda.

“Ini supaya perjalanan ke kantor naik sepeda bisa lancar tanpa gangguan,”ungkap pria berkacamata.

Teguh mengaku, bersepeda ternyata tidak hanya memberikan manfaat fisik saja, tetapi juga mental. Orang berada dalam mood (suasana hati) terbaiknya saat mereka menggunakan sepeda dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Kecemasan, stres, dan depresi semua bisa diatasi dengan bersepeda. Karena aktivitas bersepeda itu sendiri juga kesenangan dan mendapatkan kepuasan yang diperoleh dari naik sepeda.

“Jadi banyak manfaat yang langsung dirasakan ketika berhadapan dengan pekerjaan dikantor. Suasana hati pasti nyaman, dan siap mengerjakan tugas-tugas kantor,”ungkap Teguh.

Menggenjot sepeda secara rutin juga bisa dikatakan berolahraga, persendian tulang akan terlatih sehingga bersepeda menjadi olahraga yang cocok bagi orang-orang dengan segala usia dan tingkat kebugaran.

Tak kalah pentingnya, memilih sepeda untuk dijadikan alat transportasi harian dan mengurangi perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, akan mengurangi emisi gas rumah kaca, serta berkontribusi untuk mencegah kemacetan. Sepeda merupakan suatu alat transportasi yang dijadikan sebagai media rekreasi sekaligus olahraga.

“Ayo bersepeda, saya menyakini, selain menyehatkan raga, bersepeda, juga dapat menjaga kesehatan jiwa Anda. Mengendarai sepeda dapat dinikmati oleh semua orang dengan segala usia, juga dapat dilakukan dimana dan kapan saja,”pinta Teguh. (yoga tri cahyono)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!