by

Tas Sulam Pita dari Limbah Kain Kolaborasi Warga Desa Muntang dan Gambarsari Tembus Tuka-Tuku Purbalingga

-Bisnis, Update-dibaca 6.43Rb kali | Dibagikan 39 Kali

Kreatifitas tanpa batas, berinovasi, dan terus berkarya adalah hal yang harus terus dilakukan oleh masyarakat Purbalingga. Karena pemikiran tersebutlah, muncul inovasi baru produk-produk menarik. Tas Sulam Pita hasil kreatifitas dari limbah kain adalah salah satu contoh yang kali ini mampu menembus Tuka-tuku Purbalingga.

Produk kolaborasi antara warga Desa Muntang dan Desa Gambarsari merupakan hasil dari pelatihan Ekonomi Kreatif atau Eco Fashion yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Salah satu warga yang mengikuti pelatihan tersebut, Roro Hendarti, merasa bangga karena hasil kolaborasi karyanya dengan beberapa warga Desa Muntang dan Desa Gambarsari dapat dijual di Tuka-Tuku Purbalingga.

“Alhamdulillah, sangat membanggakan dan tidak menyangka hasil pertama kami bisa lolos seleksi di Tuka-Tuku Purbalingga,” kata Roro saat dihubungi siber lintas24.com, Selasa (25 Agustus 2020).

Wanita lulusan tahun 1993 jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Universitas 17 Agustus 1945(UNTAG) Semarang tersebut mengatakan, bahwa masuknya produk tas sulam pita menjadi semangat baginya dan beberapa warga untuk bisa terus berkarya dan tetap produktif. Produk Tas Sulam Pita dari limbah tersebut dibuat oleh tiga orang warga Desa Muntang, termasuk Roro dan dua orang warga lainnya dari Desa Gambarsari.

“Ke depan kita akan mengadakan pelatihan karena kemarin yang dilatih hanya lima orang nanti kami akan melatih dan mengembangkannya baik di Desa Muntang maupun Desa Gambarsari,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak desa terkait untuk melakukan pelatihan Tas Sulam Pita. Masing-masing Rukun Tetangga (RT) akan mengirimkan satu orang perwakilannya dan dilatih lagi secara bertahap untuk mencari warga yang potensial guna memenuhi kebutuhan pesanan produk.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga melalui Kepala Bidang (Kabid) UMKM, Adi Purwanto, mengatakan produk UMKM akan melalui kurasi produk untuk sampai ke Tuka-Tuku Purbalingga. Tuka-Tuku Purbalingga merupakan program kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dengan Bukalapak dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar produk UMKM naik kelas dan berdaya saing.

“Kami sudah melakukan kurasi dan hasilnya bagus dan layak masuk Tuka-Tuku Purbalingga,” tuturnya.

Iapun menjelaskan kerajinan Tas Sulam Pita ini adalah hasil kolaborasi antar pelaku kerajinan batik, sulam pita dan konveksi. Adi juga berharap kerajinan tersebut bisa lebih dikenal oleh masyarakat, dan para pengrajin mampu lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya