by

Tari Lenggasor Meriahkan Hari Pramuka

-Daerah-dibaca 117.30Rb kali | Dibagikan 60 Kali

IMG_7088

Penari Lenggasor dan penerima penghargaan Parade Batik Terbaik pada kegiatan Raimuna Kwarda Jawa Tengah Ke 11 Tahun 2015 meriahkan upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-54 Tingkat Kwarcab Purbalingga di Sanggar Pramuka, Sabtu (12/9) yang dipimpin langsung oleh pembina upacara Penjabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo, dihadiri pimpinan FKPD Kabupaten Purbalingga dan para kepala SKPD serta peserta gerakan pramuka dari tingkat SLTP hingga SLTA.

Tari Lenggasor yang menggambarkan pemudi tegas disiplin dan berani. Selain itu dalam tarian tersebut juga digambarkan sosok wanita yang juga mempunyai sifat lemah lembut. Tari tersebut juga tampil di Raimuna Daerah yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Linggo Asri Kajen Kabupaten Pekalongan, tutur Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Purbalingga Trisnanto Srihutomo usai pelaksanan upacara.

Trisnanto menambahkan, pada kegiatan Raimuna, kontingen Kwarcab Purbalingga memperoleh beberapa penghargaaan, diantaranya Penghargaan Parade Batik Terbaik, Chunklider Terbaik serta Jurnalistik Terbaik dan Desain Grafis Terbaik,

Kegiatan Raimuna Kwarda Jateng ke 11 yang berlangsung tanggal 4-9 September merpakan pertemuan bagi para anggota pramuka penegak dan pandega untuk menambah tali silaturahmi antar sesama anggota. Selain itu juga untuk menambah pengalaman, pengetahuan serta wawasan bagi anggota gerakan pramuka penegak dan pandega,tuturnya.

Dalam rangkaian upacara yang dilaksanakan penyerahan tanda penghargaan Darma Bakti dan Pancawarasa serta pelantikan pembina satuan KML juga penganugerahan samir lomba kwaran, penjabat Bupati Purbalingga saat membacakan sambutan Ketua Kwarnas mengatakan, agar peringatan hari pramuka dapat memberi motivasi, semangat mempercepat kemandirian gerakan pemuda tersebut.

Semoga dengan peringatan hari pramuka ini dapat memotivasi semangat serta mempercepat kemandirian gerakan pramuka. Hal tersebut untuk mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimipin bangsa yang handal serta lebih baik pada masa depan,katanya.

Kaum muda dewasa ini, tambah Budi, dihadapkan pada dua masalah besar yang berkaitan dengan masalah social dan kebangsaaan.

Masalah sosial mencakup maraknya penggunaan NAPZA serta obat terlarang, pergaulan bebas yang berakibat tingginya hubungan seksual pra-nikah serta kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan kaum muda. Sedangkan masalah kebangsaan dalam bingkai NKRI, mencakup rendahnya solidaritas social, semangat kebangsaan yang rendah serta semanagat persatuan dan kesatuan rendah yang akhirnya berdampak pada semanagt bela Negara juga ancama disintegrasi bangsa,tuturnya.

Menurutnya, ancaman tersebut juga menjadi tanggung jawab semua komponen, termasuk gerakan pramuka.

Gerakan pramuka, merupakan penyatuan dari 60 organinasi kepanduan pada tahun 1961 oleh Bung Karno yang ditujukan untuk menjadi perekat bangsa. Gerakan pramuka yang kini berusia 54 tahun tentu tidak sama kondisinya ketika dilahirkan. Oleh karena itu, perlunya diciptakan gerakan pramuka baru yang diminati kaum muda,ujarnya.

Comment

Berita Lainnya