by

Tanah Longsor di Depan Terowongan Rel Kereta Api Antara Stasiun Notog-Kebasen, Perjalanan KA Sempat Terganggu

-Daerah, Update-dibaca 7.82Rb kali | Dibagikan 38 Kali

Tanah longsor akibat hujan deras pada Rabu (28 Oktober 2020) malam di depan terowongan rel kereta api antara Stasiun Notog-Kebasen Kabupaten Banyumas Jawa Tengah sempat menganggu perjalanan kereta api.

“KA Gajayana relasi Gambir-Malang terganggu 20 menit, KA Bengawan relasi Lempuyangan-Pasar Senen terganggu 20 menit, KA Bima relasi Malang-Gambir terganggu 15 menit. PT KAI menyampaikan permohonan maaf  atas gangguan perjalanan KA tersebut,” kata Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto Kamis (29 Oktober 2020).

Ia mengaku, pihaknya menerima informasi dari masinis KA Dwipangga jika terjadi tanah longsor di sekitar terowongan Kebasen sekitar pukul 22.50 WIB.

“Setelah menerima informasi adanya gangguan perjalanan KA, petugas segera melakukan tindakan pengamanan,” ungkap Supriyanto,

Ia menjelaskan, pusat pengendali segera menghubungi petugas di lapangan dan dilakukan penutupan jalur KA. Kemudian petugas segera membersihkan jalur KA yang tertimbun longsoran. Hingga pukul 00.45 WIB, jalur Hulu sudah bisa dilewati KA dengan kecepatan normal, sehingga semua KA dari arah Purwokerto-Kroya maupun sebaliknya, dilewatkan jalur Hulu yang aman.

“Petugas flying gang segera melanjutkan pembersihan jalur Hilir yang masih tertimbun tanah. Pukul 06.40 WIB jalur KA sudah bisa dilewati dengan kecepatan 20km/jam,” ungkapnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya