Tak Perlu Penambahan Taksi di Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 162.35Rbx
Tak Perlu Penambahan Taksi di Purbalingga

 

25 Mei 2016 yang lalu, armada transportasi “papan atas” taksi milik Kopajar dan KUD Margo Mulyo resmi beroperasi di Kabupaten Purbalingga. Hampir setahun berjalan, 30 taksi sudah resmi mengaspal mencari penumpang, namun banyak pengemudi taksi yang mengeluhkan kelangkaan penumpang.

Pengamat moda transportasi, Heru Prasetyo mengungkapkan, kalau kalau bicara taksi di Purbalingga, perlu ada solusi untuk pengemudi, bagaimana meningkatkan jumlah penumpang bukan malah menambah jumlah armadanya. Kelangkaan penumpang ini yang harus menjadi skala prioritas dicarikan solusi.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Perhubungan seharusnya terus menerus melakukan evaluasi operasionalnya. Taksi berjejer parkir dipinggir jalan akan mengganggu lalu lintas dan menambah kesan Purbalingga banyak taksi tapi hanya parkir.

“Saya dulu pernah jadi sopir taksi di Jakarta, saya tidak pernah nongkrong dipinggir jalan, selalu dapat penumpang, padahal harus bersaing dengan perusahaan taksi yang lebih dari sepuluh perusahaan,”ungkap Heru yang juga pengusaha microbus tour dan travel.

Pasalnya, moda transportasi taksi ini masuk kategori unik, taksi bersifat pasif dalam mencari penumpang. Keberadaan taksi di di kota kecil berbeda di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Masyarakat dikota besar dengan mobiltas tinggi dan penuh kepraktisan sudah membutuhkan taksi.

“Saya lihat, dari 30 taksi yang ada, masih banyak yang nongkrong tidak sering mengantar penumpang. Jadi tak perlu ada penambahan taksi dulu. Para operator taksi ini seharusnya membuat terobosan program.,”ungkap Heru.

Heru mencontohkan,operator taksi yang berada dikantor harus aktif ikut mempromosikan keberadaan taksi untuk memikat masyarakat seperti membuat program-program diskon yang dikaitkan dengan moment peringatan hari-hari besar dan libur nasional.

“Misalnya, diskon 20% untuk para guru disaat peringatan Hari Pendidikan Nasional, untuk para buruh, para veteran, para istri anggota TNI/Polri. Pokoknya terobosan kreatif sesuai momen peringatan,”tutur Heru

Setelah masyarakat terpikat menggunakan taksi lanjut Heru, langkah selanjutnya tingkatkan pelayanan pengemudi kepada konsumen. Terapkan standar operasional prosedur (SOP) terkait tarif, masih banyak ditemukan pengemudi menerapkan tarif non argo.

“ini penting untuk menaikan tingkat kepercayaan konsumen, karena banyak masukan dari penumpang yang mengeluhkan dengan tarif non argo atau borongan,”ungkapnya.

Heru menegaskan, pembenahan managemen operator taksi penting dilakukan untuk menambah jumlah penumpang daripada menambah jumlah armada. Hitung secara detail berapa angka ideal untuk jumlah layanan setiap hari. Pantau terus grafik perkembangannya. Kalau sudah stabil, mungkin boleh menambah armada.

“Buat catatan data yang benar, jangan direkayasa. Berapa penumpang yang dilayani satu armada dalam satu hari, dijumlahkan dengan jumlah armada yang beroperasi. Dilaporkan setiap bulan, kalau diperlukan, susun program bersama para pengemudi taksi,”tegas Heru.

Hal senada diungkapkan salah satu pengemudi taksi Margo Mulyo, Lutfi. Dia  mengungkapkan, saat ini jumlah armada taksi yang beroperasi masih dalam kategori banyak dibandingkan dengan jumlah penumpang yang sedikit. Dia berharap jangan ada penambahan armada taksi lagi.

‘Permintaan penambahan taksi itu hanya dari salah pengusaha taksi saja, yang tidak tahu kondisi nyata dilapangan. Sekarang saja masih susah nyari uang apalagi ada penambahan armada taksi. Kami akan makin susah,”ucap pria yang ditunjuk sebagai Ketua Paguyuban Pengemudi Taksi Margo Mulyo (taksi MM) saat ditemui di pangkalan timur alun-alun Purbalingga.

Lutfi menambahkan, menunggu penumpang berjam-jam dalam ketidakpastian sudah menjadi keseharian para pengemudi taksi. Para pemgemudi kebanyakan menerapkan sistem pasif. Artinya, para pengemudi hanya menunggu penumpang tidak aktif berkeliling kota untuk mencari penumpang.

“Karena perhitungan BBM yang tidak klop, kalau berputar-putar dan tidak mendapatkan penumpang maka hanya sia-sia, buang-buang BBM saja,”ungkapnya

Ia menegaskan, walaupun hanya menunggu, semua pengemudi taksi telah berinisiatif memasang nomer ponsel pribadi di kaca taksi dan membagi kartu nama untuk menjaring konsumen.

Taksi Margo Mulyo lanjutnya, telah memberi kemudahan bagi setiap pemakai transportasi yang ingin lebih merasakan nyaman, aman, harga terjangkau dan argo terjangkau (tarif bawah). Menurutnya, taksi MM mampu bersaing dengan armada taksi lainnya .

“Untuk pelayanan sampai saat ini sudah memberikan yang terbaik dengan driver yang bertata krama baik, kondisi mobil fit dan driver komunikatif dan tidak memberi kesan yang negatif kepada penumpang,”ungkapnya.(mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!