by

Tak Patuhi Aturan, Dua Pendaki  Gunung Slamet Dilarang Mendaki Selama Dua Tahun

-hukum, Update-dibaca 10.75Rb kali | Dibagikan 36 Kali

Larangan mendaki selama pandemi harus dipatuhi oleh para pendaki di Indonesia. Adanya larangan ini tidak diperhatikan oleh dua orang warga Purbalingga yang kedapatan mengelabui petugas basecamp Gunung Slamet pada 12 Juni 2020.

Junior Manager Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito menuturkan, bahwa saat ini pendakian Gunung Slamet belum di buka.

“Kedua orang ini datang ke Pos Bambangan, bilangnya mau camping di bawah pos 1, tapi ternyata tahu-tahu tanpa izin naik lewat jalur pendakian,” tegas Sugito saat dihubungi, Kamis (6 Agustus 2020)

Hal ini pertama kali diketahui melalui unggahan media sosial Facebook. Pada akun milik salah satu pendaki tersebut, terdapat unggahan foto saat berada di pos 5 jalur pendakian. Namun, sejak Agustus 2019 jalur pendakian Gunung Slamet masih ditutup lantaran status gunung tersebut masih dalam tahap II (waspada).

“Dia mengunggah di Facebook, pamer gitu sampai pos 5. Pamer bahwa sudah mengajak anaknya sampai pos 5,” tutur Sugito

Setelah mengetahui hal tersebut, petugas basecamp pendakian melaporkan kepada pihak Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas timur selaku pengelola. Mereka meminta rekomendasi agar menjatuhi sangsi kepada para pendaki yang melanggar aturan.

Dalam surat blacklist yang keluar tertanggal 3 Agustus 2020, kedua pendaki tersebut dilarang untuk mendaki Gunung Slamet melalui jalur mana pun di wilayah KPH Banyumas Timur selama kurang lebih dua tahun.

“Di wilayah KPH Banyumas Timur ini ada tiga jalur pendakian, yaitu Baturraden (Kabupaten Banyumas, jalur Gunung Malang dan Bambangan (keduanya di Kabupaten Purbalingga),” ujar Sugito

Untuk saat ini, aktifitas perkemahan hanya bisa dilakukan dalam radius 2 kilometer dari atas. Pada jalur pendakian Bambangan, hanya diperbolehkan hingga View Slamet yang letaknya ada di bawah pos 1 pendakian. Sedangkan, untuk di jalur Gunung Malang hanya diboleh didaki hingga Wadas Gantung atau di pos 1 pendakian.

Editor : Rizky Riawan Nursatria. (Mg)

Comment

Berita Lainnya