Tak Ada Istilah Bekas Guru – Bupati Tasdi Berikan Tanda Cinta Hari Guru

By: On: Dibaca: dibaca 8.49Rbx
Tak Ada Istilah Bekas Guru – Bupati Tasdi Berikan Tanda Cinta Hari Guru

 

 

Bupati Purbalingga, Tasdi mengalungkan karangan bunga dan cinderamata kepada Subeno, orang paling istimewa dalam perjalanan kariernya. Selain menjadi gurunya, Subeno yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Purbalingga, juga menjadi wali kelas semasa Bupati Tasdi menimba ilmu di SMA Negeri 1 Bobotsari.

“Tak ada istilah bekas guru. Meski saya menjadi Bupati, Saya tidak pernah menganggap beliau sebagai bawahan saya, pembantu saya. Namun Saya masih tetap menganggap Pak Beno sebagai orang tua dan tetap menjadi guru saya,” ungkap Bupati Tasdi usai menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Alun Alun Purbalingga, Sabtu (29 November 2017).

Tasdi mengaku, keberhasilannya menjadi pucuk pimpinan di kabupaten Purbalingga tidak lepas dari bimbingan, ketelatenan dan keteguhannya baik selama menjadi guru hingga sekarang dirinya mendapat amanat untuk memimpin Purbalingga.

“ Ini, merupakan bagian dari spirit dan pembinaan yang diberikan oleh Pak Beno,”ungkap Bupati Tasdi.

Bupati Tasdi yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga Ny. Erni Widyawati juga meminta maaf atas kenakalan yang pernah dilakukan semasa sekolah.

“Insyaallah sekarang sudah tidak nakal lagi. Saya mohon bimbingan dan arahan untuk bisa bekerja dengan baik dalam membangun kabupaten Purbalingga,” katanya.

Atas tanda cinta itu, Subeno mengaku bangga. Bukan karena mendapat tanda cinta dari Bupati, namun bangga sebagai guru yang tetap mendapat perhatian luar biasa dari muridnya. Diungkapkan Subeno, tanda cinta ini merupakan ungkapan penuh bersahaja dari seorang pimpinan daerah yang tetap menghargai guru Indonesia.

“Ini adalah salah satu contoh yang sangat mulia,” ungkapnya.

Pria kelahiran 1961 ini juga mengungkapkan bahwa Bupati Tasdi saat sekolah dahulu merupakan salah satu murid yang mendapat acungan jempol. Karena selama bersekolah menjadi tiga diantara seluruh siswa yang nilainya tertinggi.

“Karena sekarang beliau menjadi Bupati Purbalingga, maka sebagai guru Saya ingin berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, mudah-mudahan beliau senantiasa sukses bukan hanya sebagai bupati namun juga mendapat amanat dan kepercayaan yang lebih tinggi lagi,” kata Subeno dengan terbata-bata.(mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!