Supono dan Siti, Pasutri Gokil Siap Licinkan Pakaian

By: On: Dibaca: dibaca 223.24Rbx
Supono dan Siti, Pasutri Gokil Siap Licinkan Pakaian

 

Mencuci dan menjemur pakaian memang telah menjadi aktivitas yang rutin dilakukan setiap hari. Setelah dijemur dan kering,  pakaian harus digosok (disetrika).

Nah, pekerjaan menggosok pakaian inilah yang kadang membuat kita merasa malas dan kerap membuat kesal. Pasalnya, sudah pasti memakan waktu, terkadang hasilnya tetap kurang maksimal, pakaian tetap kusut dan berbau tidak sedap.

Namun kini, Anda dapat mempercayakan tugas menggosok pakaian kepada pasangan suami istri gosok keliling (Pasutri Gokil) Supono (35) dan Siti Nur Rohyati (31). Warga Desa Grecol RT 02 RW 04 Kecamatan Kalimanah ini siap melibas berapapun banyak pakaian kusut Anda.

Supono memulai “Gokil” baru setahun yang lalu, sejak memutuskan untuk pulang kampung. Lulusan jurusan Otomotif SMK YPT 2 Purbalingga tahun 2000 telah mengadu nasib di Kota Metropolitan Jakarta selama puluhan tahun dan bekerja di perusahaan alat-alat elektronik ternama.

“Perusahaan yang menjadi gantungan hidup saya itu gulung tikar, jadi saya memutuskan mau tidak mau harus pulang kampung,”kenang Supono.

Supono memilih untuk tidak lagi mencari dan melamar pekerjaan, tetapi harus menciptakan pekerjaan secara mandiri dan “Gokil” inilah yang ia pilih dan tekuni. Bermodalkan sepeda motor yang sudah dimodifikasi untuk menggendong kotak penyimpan “persenjataannya” berupa strika uap, kompor, tabung LPG  dan sebuah panci, ia berkeliling menyusuri jalan-jalan di komplek Perumahan yang banyak tersebar di Purbalingga. Untuk menarik perhatian, Supono membunyikan klakson dan berteriak lantang “Gokil”…gosok pakaian keliling.

“Tiga hari pertama saya berkeliling, warga hanya memandang saja bahkan ada yang tersenyum sinis. Heran mungkin apa ya?,”ungkap Bapak dua orang anak kepada lintas24.com dan tabloid elemen.

Meski begitu, Supono tidak patah arang dan terus bersemangat. Jurus promosipun ia keluarkan, digelarlah persenjataan yang dibawanya dan memperagakan cara menyetrika dengan alat setrika uap. Persiapan pertama adalah memanaskan air membuat buat uap untuk pasokan daya setrika karena tidak menggunakan daya listrik

Jurus itu berhasil menarik perhatian para Ibu untuk mendekat dan mengamati. Para Ibu itu pun tertarik dan membawa setumpuk pakaian kusut untuk digosok.

“Kebanyakan pakaian yang disetrika adalah kemeja dan celana panjang berbahan kain biasa. Kedua jenis biasanya dikenakan ke kantor atau ke sekolah,”ungkap pria kelahiran Toyareka.

Banyak kenangan yang pernah ia alami, sertrika uap persenjataan utama meraup rupiahnya rusak dan tidak bisa digunakan, namun pekerjaan harus segera dituntaskan, maka akhirnya pakaian milik pelanggganya dibawa pulang. Lalu, pengalaman yang juga tak terlupakan adalah menyertrika sprei, pertama kali akan menggosoknya, tidak mengetahui caranya, karena bentuknya kain sprei itu lebar dan memerlukan tempat yang agak luas, tidak seperti menggosok kemeja atau celana panjang.

“Yah, harus dihadapi dan mencari cara yang jitu. Saya coba dengan sabar, ternyata bisa dan hanya memerlukan waktu 3 menit untuk melicinkan sprei,”ungkapnya.

Sekarang, usaha Gokil Supono diikuti oleh Siti sang istri. Pelanggan mereka sudah banyak dan tersebar disetiap sudut kota Purbalingga. Setiap hari mereka berangkat meraup rupiah dengan kendaraan masing-masing, mulai Jam 08.00 Wib hingga Jam 18.00 Wib. Sebelum berangkat, mereka akan melihat siapa saja pelanggan yang sudah menghubunginya melalui ponsel. Setelah itu mereka akan terlebih dahulu mendatangi rumah yang sudah memesan jasanya dan baru keliling ke pelanggan yang lain.

Kini, mereka berdua mampu melicinkan pakaian kusut hingga 30-40 kilogram setiap hari dengan tarif jasanya Rp.3000 per kilogramnya untuk layanan jasa didalam kota Purbalingga. Tertarik untuk menggunakan jasa Pasutri Gokil, bisa menghubungi melalui nomor telepon 0895342364882. (yoga tri cahyono)

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!