Sumaryo, S.Pd Guru SMP Negeri 1 Mrebet Purbalingga Menulis Tanpa Batas

By: On: Dibaca: 165,243x
Sumaryo, S.Pd Guru  SMP Negeri 1 Mrebet Purbalingga Menulis Tanpa Batas

????????????????????????????????????

 

Aktivitas menulis bagi Sumaryo, S.Pd (34) Guru Matematika SMP Negeri 1 Mrebet Purbalingga merupakan sarana menguji serta mengasah kemampuan skill untuk mengartikulasikan bahasa ide ke dalam bahasa tulis. Nalar bahasa ide dengan bahasa tulisan jelas sangat berbeda, oleh karenanya tidak semua orang dengan begitu cepat bisa melakukan itu.

“Makanya, dengan aktivitas menulis secara rutin, kita akan dibiasakan untuk mentransformasikan ide-ide yang muncul ke dalam bentuk tulisan,”ungkap Sumaryo.

Ia mengaku, mengawali aktivitas menulis memang bukan hal yang mudah, sering sekali bagi seseorang yang hendak menuliskan sebuah idenya dalam sebuah tulisan selalu terbentur dengan berbagai kendala, misalnya, merumuskan judul tulisan yang tepat dan bagus, menulis kata pembuka kalimat, atau mensistematisasikan ide-ide dalam alinea tulisan serta mengikuti aturan-aturan baku penulisan yang begitu tegas.

“Kondisi ini sering sekali melemahkan keinginan seseorang untuk mengawali aktivitas menulis,”ungkapnya alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Fakultas Pendidikan Jurusan Matematika lulus 2008 kepada Elemen dan lintas24.com.

Namun lanjut Sumaryo, kesulitan utama saat mengawali menulis itu, ternyata aktivitas menulis ini belum menjadi bagian dari kita. Artinya, kita menulis baru sebatas kebutuhan dan keterdesakan oleh suatu tugas atau kepentingan tertentu. Sehingga dalam prakteknya kesulitan-kesulitan yang demikian sering muncul. Lantas bagaimana menjadikan aktivitas menulis menjadi bagian dari kita?

“Jawabannya, harus mau melakukan aktivitas menulis tanpa batas. Tulislah apa saja sesuai pengalaman keseharian hidup yang kita lalui,”ungkap suami dari Nuryati S.Pd yang juga Guru Matematika SMA 1 Kejobong.

Finalis karya tulis ilmiah tiga kali berturut tingkat Propinsi Jawa Tengah ini berbagi resep agar bisa memulai menulis, diantaranya janganlah terlalu banyak mengkonsumsi teori tentang menulis, sebab menurut pengalaman saya, menulis yang baik bagi penulis pemula adalah dengan mengawali terlebih dahulu untuk membuat tulisan, baru berteori.

“Aneh ya, saya itu tidak suka membaca namun kalau sudah menulis, serasa tangan ini tidak mau berhenti, ingin terus dan terus menulis. Ide selalu terus mengalir lho,”ungkapnya dengan tersenyum.

Memang ada orang yang berpendapat lanjut Sumaryo, untuk menulis membutuhkan teori terlebih dahulu. Namun, jika kita selalu mengkonsumsi teori, maka yang ada dalam pikiran kita adalah teori itu.

“Menurut saya lebih baik tulislah apa yang akan kita tulis semampu kita terlebih dahulu, baru diavaluasi dengan teori, begitu seterusnya,”ungkapnya.

Ia menggambarkan, seorang guru diwajibkan mau dan mampu membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri lima bab, dimulai pendahuluan, kajian teori, metodologi penelitian, pembahasan dan simpulan. Ketika akan memulainya guru dapat menulis pengalaman selama pengajaran yang dituangkan secara tertulis.

“Mudah kok, tulis dari pengalaman mengajar di kelas. Nah, setelah itu baru rencana pengembangan dari pengalaman yang didapat,”ungkapnya.

Sedangkan untuk karya tulis publikasi lanjut Sumaryo, berbentuk artikel hanya dikurangi satu bab yakni metodologi penelitian. Carilah judul yang menggelitik dan membuat pembaca penasaran.Artikel karya tulis publikasi itu harus sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dikelas. Pasti akan mudah dan cepat.

Untuk mendukung gagasan atau ide yang telah kita temui, bisa kita perkaya argumen-argumennya melalui membaca buku terkait atau mendiskusikan dengan teman-teman kita atau dengan orang-orang yang kita anggap mengerti tentang persoalan itu.

“Setelah itu, untuk mempermudah penulisan, buatlah kerangka tulisan terlebih dahulu, agar dalam penulisan nanti bisa tersusun secara sistematis dan rapi. Mudahkan!,”ungkapnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!