by

Sudah 600 Orang, Warga Kecamatan Karangmoncol Pulang Kampung

Hingga Kamis malam (26 Maret 2020) sudah tercatat 600 orang pemudik melakukan screening di Posko Screening pemudik yang bertempat di halaman Puskesmas Karangmoncol. Dari pemeriksaan screening, suhu tubuh para pemudik yang kebanyakan berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi rata-rata normal, tidak ada keluhan batuk pilek, sesak dan demam. Keluhan mereka rata-rata pusing dan kecapaian di perjalanan.

“Sampai Kamis malam ini pukul 23.24 WIB, telah tercatat 138 pemudik yang masuk ke wilayah kecamatan Karangmoncol. Diperkirakan, lonjakan pemudik yang melakukan pemeriksaan sekitar jam 3 dini hari sampai jam 8 pagi,” ungkap petugas medis puskesmas Karangmoncol, Galang Wiryadinata.

Ia menambahkan, sebelum screening para pemudik diwajibkan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu.

“Ada dua Tangki air dan sabun cair yang disediakan untuk mencuci tangan,” ungkapnya

Camat Karangmoncol, Juli Atmadi saat memantau mengungkapkan, dengan adanya posko pengawasan diharapkan para pemudik bisa di screening lebih awal terkait penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah kecamatan Karangmoncol.

“Setelah dilakukan screening, para pemudik dapat melakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan. Jika ada keluhan terkait dengan kesehatan batuk, sesak nafas dan sakit tenggorokan segera melakukan pemeriksaan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat,” katanya

Juli Atmadi juga berpesan kepada para pemudik, setelah sampai rumah jangan langsung tidur, tapi cuci tangan pakai sabun dulu, syukur kalau memungkinkan mandi. Kalau tidak baju yang dikenakan segera diganti, hal tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif, jika ditengah perjalanan tanpa kita sadari terdapat virus yang menempel.

“Selalu jaga kesehatan, jangan lupa selalu cuci tangan, hindari kerumunan, makan makanan yang bergizi dan berolahraga, agar imunitas kita selalu terjaga,” ungkapnya.

Sedangkan kepada petugas medis, Juli Atmadi sangat berterimakasih banyak atas dedikasinya kepada bangsa dan negara ini.

“Tenaga medis tanpa mengenal lelah, menjadi ujung tombak dalam penanggulangan COVID-19,” tuturnya.

 

 

Comment

Feed Berita