Suara Hati Penyair Kecam Terorisme

By: On: Dibaca: dibaca 64.78Rbx
Suara Hati Penyair Kecam Terorisme

IMG-20170129-WA0023

PULUHAN penyair dan seniman padati panggung terbuka GOR Mahesa Jenar Purbalingga, Jumat (27/1) malam. Mereka menyuarakan kegelisahan hati akan kecemasan dan kutukan terhadap aksi terorisme dan radikalisme yang melanda di bumi Nusantara.

Gelaran bertajuk Roadshow Launching dan Parade Pembacaan Antologi Puisi Memo Antiterorisme itu dihelat oleh Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga bersama Komunitas Memo Penyair dan didukung sepenuhnya oleh Polres Purbalingga.

“Kita tahu di Purbalingga terjadi beberapa kali kejadian yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme seperti ditangkapnya terduga teroris, terbunuhnya terduga teroris yang merupakan warga Purbalingga. Ini kecaman dan kepedulian kami para seniman melawan dan mencegah terorisme di Purbalingga dan Indonesia pada umumnya,” kata Trisnanto Budidoyo selaku ketua panitia.

Melawan terorisme bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti halnya seniman melakukannya dengan gelaran puisi memo antiterorisme. “Diperlukan adanya sikap dan tindakan untuk melawannya. Sebagai komponen bangsa marilah kita bersama-sama untuk melawan terorisme. Seperti kawan-kawan penyair ini,” kata Kapolres Purbalingga AKBP Agus Setiawan Heru Purnomo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga Heriyanto yang mewakili Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi kegiatan para penyair itu dalam menanamkan sikap antiterorisme kepada seluruh masyarakat melalui jalan yang berbeda.

Koordinator Komunitas Memo Penyair, Sosiawan Leak mengatakan, komunitasnya terdiri atas penulis puisi yang peduli terhadap persoalan-persoalan krusial di tengah kehidupan masyarakat Indonesia salah satunya adalah terorisme dan radikalisme.

Adapun para penyair yang membacakan puisi yaitu Sang Bayang dari Ngawi, Imam Subagyo (Semarang), Sosiawan Leak (Solo), Wanto Tirta, Yanwi Murdikah (Ajibarang), Riswo Mulyadi, Eddy Pranata (Gumelar), Dharmadi, Wage Teguh Wijono, Jarot Setiyono, Bambang Wadoro, Ganjar Wisnu Murti, Nobon (Purwokerto), Mahbub Junaedi, Dimas Indiana Senja, Salma Jihan Muntazah (Bumiayu), Agustav Triono, Ryan Rachman, Trisnanto Budidoyo, Yulianto, Joko Gabriel Richard, Irna (Purbalingga), Teater Didik IAIN Purwokerto.

Tidak ketinggalan Kadindikbud Purbalingga Heriyanto dan Kasat Sabhara Polres Purbalingga AKP Suharsono juga membaca puisi. Pada kesempatan itu dilakukan ikrar mengutuk antiterorisme dan radikalisme serta penyerahan buku antologi puisi Memo Antiterorisme kepad Kapolres dan Kadindikbud.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!