Stok Kepomas Selama Bulan Ramadahan Masih Aman

By: On: Dibaca: 16,935x
Stok Kepomas Selama Bulan Ramadahan Masih Aman

Persediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) selama bulan Ramadahan 1440 Hijriyah dalam katagori masih aman. Data Dinas Perindustrian dan Perdaganagan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga menyebutkan, stock beras bulan Mei di 6 suplaier masih tergolong aman. Yakni di PD Puspahastama sebanyak 13.877 kg, Toko Mustangin Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja sebanyak 106.000 kg.

Kemudian stock beras di gudang Sinar Beras Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara sebesar 10.000 kg, Hadi Triyanto Desa Padamara sebanyak 3.000 kg, Siti Barokah Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari sebanyak 5.000 kg dan gudang Berkah Telaten Desa Dagan Kecamatan Bobotsari sebanyak 5.000 kg.

Selain stok beras kuota tabug LPG untuk bulan Ramadahn juga ada peningkatan. Untuk LPG 3 kg semula kuota harian sebanyak 23.022 tabung menjadi 26.216 atau meningkat sebanyak 3.194 tabung. Tabung LPG 5 ,5 kg semula 350 tabung menjadi 500 tabung atau naik sebanyak 150 tabung dan LPG 12 kg yang semula 400 tabung menjadi 450 tabung sehingga naik sebanyak 50 tabung.

Kabid Perdagangan pada Dinperindag Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin mengatakan dari pantauan perkembangan harga kepokmas di pasar Segamas Selasa (15/5) seperti beras, gula, minyak goreng, daging, telur, susu, jagug pipilan, tepung trigu, garam beryodium, mie isntan, serta kacang-kacangan harga masih relatig stabil.

“ Harga yang masih fluktuatif seperti cabe, bawang merah, bawang putih kating, ada yang terjadi penurunan dan ada kenaikan,” katanya saat dihubungi melalui pesan whatsapp, Selasa (15/5).

Seperti cabe merah besar terjadi penurunan sebesar Rp 1.000. semula Rp 22.000 menjadi Rp 21.000. Cabe Rawit dari Rp 15.500 turun sesesar Rp 1.500 sehingga menjadi Rp 14.000. Cabe Rawit hijau dari Rp 20.000 menjadi Rp 15.000 atau terjadi penurunan sebanyak Rp 5.000,-. Kemudian bawang putih kating dari Rp 47.500 menjadi Rp 45.000 yakni turun sebanyak Rp 2.500.

“ Barang kepokmas yang naik terjadi pada bawang merah yang semula Rp 28.500 menjadi Rp 30.000 atau naik sebanyak Rp. 1.500.” katanya.

Untuk mengurangi dampak kenaikan harga saat bulan Ramdhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Dinperidag juga melakukan pasar murah di 6 kecamatan dengan rincian 19.476 paket gratis dan 19.770 paket dengan subsidi. Selain itu juga melakukan pengawasan makanan dan barang dalam keadaan terbugkus (BDKT) di pasar-pasar dan toko-toko.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!