Status Waspada Gunung Slamet Jawa Tengah, Masyarakat Diminta Bisa Amati Binatang Hutan Turun

By: On: Dibaca: 55,848x
Status Waspada Gunung Slamet Jawa Tengah, Masyarakat Diminta Bisa Amati Binatang Hutan Turun

Status Gunung Slamet di Jawa Tengah ditingkatkan dari normal (level I) menjadi waspada (level II), Jumat (9 Agustus 2019). Wilayah yang harus steril saat status Gunung Slamet waspada ini radius 2 kilometer. Di atas status Waspada yakni Siaga. Sesuai karakter Gunung Slamet, wilayah yang harus steril radius 4 kilometer. Selanjutnya status Awas, wilayah yang harus steril sampai 8 kilometer.

Baca Juga : Festival Wong Gunung 2019 di Pulosari  Pemalang Siap Digelar

Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengungkapkan, masyarakat harus tetap waspada. Sebab, apapun bisa saja terjadi saat status kondisi gunung seperti saat ini. Jika ada peningkatan status, pihaknya akan segera memberi infomasi kepada masyarakat.

Baca Juga : Status Waspada, Gunung Slamet di Jawa Tengah Berpontensi Erupsi Magmatik

“Kalau sudah awas warga di radius 8 km  harus dievakuasi dan diungsikan. Namun demikian, masyarakat di sekitar lereng gunung diminta tetap tenang dan tidak panik. Kami juga berharap masyarakat jangan percaya informasi yang tidak jelas. Paling aman informasi dari instansi resmi,” katanya kepada cyber media lintas24.com,Jumat  (9 Agustus 2019)

Menurutnya, sejauh pengamatan di pos gambuhan dalam beberapa jam terakhir, kondisi Gunung Slamet masih stabil. Memang terjadi gempa di sekitar kawah. Tapi itu gempa hembusan.

Baca Juga : Kentongan Bambu Bakal Digunakan Pertanda Evakuasi Bencana Di Kabupaten Cilacap

“Itu terjadi diduga akibat pelepasan gas di sana. Ketika jumlahnya (gempa hembusan) sampai ribuan per 24 jam, itu menunjukkan peningkatan aktivitas. Kalau sekarang belum, 1 menit bisa terjadi 1-3 kali, kadang tidak,” katanya.

Terpisah, sebelumnya, Jumat ( 9 Agustus  2019), Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Poerwanto mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi perihal status Gunung Slamet, yang kini menjadi Waspada dari Direktorat Vulkanologi PVMBG. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Baca Juga : Gunung Slamet Waspada. Pendaki Diminta Turun

“Warga masyarakat diminta tetap tenang, hanya untuk pendakian secara umum itu ditutup dulu, karena dilarang ada aktivitas sampai radius dua kilometer dari mulut kawah,” ucapnya.

Dia mengungkapkan jika pihaknya juga telah meneruskan informasi dari PVMBG ke camat-camat yang berada di sekitar Gunung Slamet untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Slamet.

“Warga di sekitar Gunung Slamet biasanya memiliki kearifan lokal terkait tanda-tanda aktivitas gunung. Seperti misalnya dengan melihat adanya binatang yang turun,” ujarnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!