Soto Pak Bowo Kedungmenjangan, Toping Telur Puyuhnya Menjadi Sangat Istimewa

By: On: Dibaca: 117,917x
Soto Pak Bowo Kedungmenjangan, Toping Telur Puyuhnya Menjadi Sangat Istimewa

 

DSC_0874

Soto Pak Bowo yang terletak di sebelah selatan perempatan Jalan Raya Purbalingga – Kedungmenjangan ini sudah menjadi incaran para pemburu kenikmatan rasa di Purbalingga.

Dalam kamus kuliner Indonesia, Soto atau Masyarakat Purbalingga menyebutnya “Sroto”  sudah terdaftar menjadi makanan khas daerah. Sepintas Soto Purbalingga tak jauh beda dengan Soto Sokaraja, Banyumas.

Namun jika dilihat dan dirasakan secara seksama, ada yang berbeda dengan racikan soto Purbalingga dari Pak Bowo ini. Jika soto Banyumas biasanya memakai kuah kaldu yang dicampur dengan sedikit santan dan menggunakan kerupuk merah putih, maka Soto Pak Bowo menggunakan kuah bening yang tidak terlalu pekat.

Soto Pak Bowo memang kaya akan potongan daging. Ada dua pilihan isian dagingnya yakni suwir ayam dan babat. Keduanya sama-sama nikmat, apalagi dalam seporsinya, racikan soto ini ditambahkan telur burung puyuh, kecambah dan daun bawang yang diris kasar. Potongan ketupat pun bisa dipesan untuk ditambahkan. Tak ketinggalan kerupuk warna yang membuat semangkuk Soto Pak Bowo semakin terlihat “ramai”.

Yang menjadikan soto Pak Bowo terlihat keruh, selain tambahan bumbu kacang seperti pada soto Sokaraja, adalah campuran dagingnya yang sangat banyak dan gurih. Orang Purbalingga menyebut racikan soto ini “buket” karena meski pekat namun tidak membuat eneg.

DSC_0867

Pak Bowo meracik sendiri sotonya, semangkuk Soto Daging Ayam dihargai Rp. 10.000, sedangkan Soto Babat dibanderol Rp. 15.000 sudah termasuk irisan ketupat. Untuk ukuran jumbo yang disajikan dalam mangkuk besar, satu porsi Soto Pak Bowo yang sangat mengenyangkan ini cukup ditebus dengan merogoh kocek Rp, 20.000.

Ternyata kedua pilihan cita rasanya dalam satu porsinya pun cukup memuaskan lidah dan perut. Semangkuk soto pun bisa ludes dengan cepat. Aroma bumbunya yang menguap bersama kuah panas berpadu dengan gurihnya daging dan irisan daun bawang membuat Soto Pak Bowo memang wajib dinikmati sampai tetes kuah terakhirnya.

Cita rasanya yang “buket”, gurih, nikmat sekaligus mengeyangkan membuat Soto Pak Bowo tak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Pelanggannya pun cukup banyak. Buka dari pagi hingga jelang sore, Soto Pak Bowo akan sangat ramai di jam makan siang. Begitu ramainya hingga pada jam-jam tersebut orang yang ingin menikmati racikan Pak Bowo harus antri menunggu sampai kursi-kursi di dalam kosong.

????????????????????????????????????

Tertarik mencobanya?, Jika berwisata ke Purbalingga singgahlah ke Warung Soto Pak Bowo di Warung Soto ini hanya 500 meter di sebelah selatan perempatan Jalan Raya Purbalingga – Kedungmenjangan sebelum masuk kota Kota Purbalingga. Semangkuk Soto Khas Purbalingga racikan Pak Bowo yang “buket” dan gurih akan membuat lidah ketagihan. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!