SMP Negeri 1 Kalimanah – Sekolah Rujukan di Jawa Tengah

By: On: Dibaca: dibaca 17.85Rbx
SMP Negeri 1 Kalimanah – Sekolah Rujukan di Jawa Tengah

 

Ketika tahun pelajaran 2018/2019 belum dimulai, SMP Negeri 1 Kalimanah sudah mendapat status baru. Melalui Surat Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 2989/D3/KP/2018 tanggal 2 Juli 2018 tentang Penetapan Sekolah Menengah Pertama Rujukan Tahun 2018.

SMP Negeri 1 Kalimanah berada di Jalan. Mayjend Sungkono Purbalingga merupakan  salah satu sekolah yang terletak dipinggir kota Purbalingga. Lokasi yang strategis baik dari dalam kota maupun luar Kabupaten menjadikan SMP N 1 Kalimanah menjadi tujuan bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

Kepala Sekolah, Aris Munandar, S.Pd,. MPd mengemukakan, sekolah yang berdiri pada tahun 1964 senantiasa berbenah diri untuk meraih meraih prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.

“Tahun ini, SMP Negeri 1 Kalimanah menjadi rujukan bagi SMP-SMP lain di Kabupaten Purbalingga. Bersama 42 SMP di Propinsi Jawa Tengah dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dan pengoptimalan program-program unggulan,”tutur Aris Munandar kepada tabloid elemen dan cyber media lintas24.com, Rabu, (1 Agustus 2018).

Ia menjelaskan, status Sekolah Rujukan bagi SMP Negeri 1 Kalimanah merupakan mata rantai dari pembinaan Sekolah Model (Sekmod) dalam program Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikembangkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah.

Sekolah Model SPMI adalah sekolah yang berkomitmen kuat dan bersungguh-sungguh melaksanakan siklus penjaminan mutu internal yang terdiri atas pemetaan mutu, perencanaan peningkatan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, monitoring dan evaluasi, serta penetapan strategi peningkatan mutu. Dengan demikian, Sekmod SPMI adalah sekolah yang terus berusaha menumbuhkembangkan budaya mutu serta berorientasi pada peningkatan mutu secara terus-menerus dan berkelanjutan.

“Tahun pelajaran 2018/2019 ini merupakan pembinaan sekmod dengan agenda pengimbasan (diseminasi) praktik baik (best-practice) kepada sekolah-sekolah imbas dalam peningkatan mutu capaian delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP),”ungkapnya.

Kedelapan SNP lanjut Aris Munandar,  meliputi Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian, yang merupakan standar bidang akademik; serta Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan, yang merupakan standar bidang manajerial.

Aris mengakui, keberhasilan sekolahnya meraih berbagai prestasi, tidak lepas dari dukungan penuh seluruh warga sekolah, terutama jajaran pimpinan (kepsek-wakasek), guru dan tenaga kependidikan, siswa dan orang tua siswa (Komite Sekolah), serta jajaran Dinas Pendidikan, dan stakeholders lainnya.

“Kami memiliki para wakil kepala sekolah yang hebat-hebat, guru-guru yang antusias dan berkomitmen kuat, serta tenaga kependidikan yang rajin dan giat. Mereka telah menunjukkan kinerja yang luar biasa: kerja keras, kerja cerdas, dan yang paling penting, kerja ikhlas,” paparnya.

Lebih lanjut Aris Munandar menjelaskan, dalam pembelajaran disekolah memperhatikan harmoni olah hati (etika), olah rasa (estetika), olah raga (kinestetik) dan olah pikir (literasi baca, tulis, hitung). Harmonisasi tersebut diimplementasikan dalam keterpaduan intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstrakurikuler dan non-kurikuler untuk mewujudkan karakter baik siswa. Nilai-nilai utama karakter yang dapat ditumbuhkan adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas, serta dapat juga disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal.

“ Program ini harapannya dapat memberikan penguatan karakter siswa dalam mewujudkan generasi emas 2045 melalui pembelajaran terpadu di dalam dan di luar sekolah dengan kolaborasi sumber-sumber belajar di luar sekolah,”tutunya. (Muhammad nur_adv)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!