SMK YPLP Purbalingga Kawah Candramuka Sineas Muda

By: On: Dibaca: 6,567x
SMK YPLP Purbalingga Kawah Candramuka Sineas Muda

Film-film pendek debutan sineas muda SMK YPLP Perwira Purbalingga sudah tak dapat dihitung menggunakan jari.

Keberadaan karya film pendek di SMK YPLP Perwira Purbalingga sudah ada sejak 2011. Seperti halnya sekolah-sekolah lain di Purbalingga, sekolah di bawah Yayasan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini pun turut mengukir prestasi tingkat Nasional.

Sebut saja diantaranya karya-karya seperti “Pit Ontha” (2011) yang berhasil menyabet terbaik II kategori fiksi Festival Film Pelajar Jogja 2011, “Keluarga Jajang” (2012) juara III kategori pelajar Kompetisi Film ‘Generasi Muda Generasis Peduli Pajak’ 2012, “Jamban Pabrik” (2013), dan “Gedang Goreng Soklat” (2013) sebagai juara II Festival Film Pendidikan Yogyakarta 2013, film fiksi terbaik III Festival Film Surabaya 2013, film fiksi terbaik Festival Film Dieng (FFDi) 2013, terbaik II Gelar Karya Multimedia 2013, dan film terbaik Festival Film Pelajar Kine Klub 2013.

Kepala SMK YPLP Purbalingga Kurniawan Hery mengungkapkan, film pendek resmi sebagai ekskul sinematografi Kafiana Production di SMK YPLP Purbalingga. Pasalnya, Beberapa jurusan yang ada  sangat terkait dengan film pendek, oleh karena itu sekolah harus memfasilitasi.

“Kami terus tempa kemampuan siswa dengan mendatangkan pemateri dari CLC Purbalingga. Harapannya, dalam tiga bulan ke depan, peserta sudah bisa memproduksi film pendek,” tutur Kepala SMK YPLP Perwira, Kurniawan Heri didampingi Pembina Sinematografi Didik Aji Dwi Cahyono.

Kurniawan Heri menjabarkan, dengan adanya kesempatan ini biasanya para sineas muda menjadikan short movies sebagai debute dari karya orisinilnya, Selain memiliki keahlian, membuat film pendek juga perlu beberapa metode agar film pendek kita menarik perhatian penonton.

“Paling utama, menemukan dan menyusun ide yang original. Memang tidak mudah didapatkan, tapi ini adalah cara yang paling mudah untuk menghindari plagiat dari karya orang lain. Cobalah untuk mencari referensi fenomena dan trend dimasyarakat yang tengah berkembang,”ungkapnya.

Artinya lanjut Kurniawan Heri, jika ide yang kita miliki original, kita akan memiliki sudut, gaya, serta teknik yang berbeda dari film pendek yang pernah ada. Kita bisa mencoba untuk menemukan inspirasi dalam pengalaman kita sendiri atau orang-orang yang kita temui, atau bahkan berdasarkan imajinasi kita sendiri.

“Sebelum menulis skenarionya, mari tanyakan kepada diri sendiri terlebih dahulu, mengapa orang harus menonton film yang akan kita buat, lalu buat satu segmentasi penonton yang akan menjadi target dari penonton film yang kita buat,”tuturnya.

Kurniawan Heri menegaskan, pihak sekolah tidak akan membatasi ide-ide kreatif yang keluar dari pemikiran siswa. Namun, tetap harus sesuai koridor kesantunan dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

“Dalam film pendek ini mereka harus mampu mengangkat pesan untuk bisa mengenalkan budaya dan sumber daya alam lokal yang ada ,”ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Pembina Sinematografi Didik Aji Dwi Cahyono. Ia menekankan pada jalan cerita. Pasalnya, film yang baik terlahir dari naskah yang baik pula, naskah atau script yang baik adalah bibit utama film pendek berbasis narasi yang dapat dikembangkan melalui karakter-karakter yang akan memainkan film ini.

“Jalan cerita yang kuat tentu saja akan menjadi nyawa tersendiri dari film yang akan dibuat,”tegasnua.

Untuk itu lanjut Didik, sebelum melakukan penggarapan berupa perencanaan keuangan, dan syuting sebaiknya script harus disiapkan secara matang terlebih dahulu agar film yang akan dibuat tidak akan mengecewakan. Workshop ini diharapkan dapat mendukung regenerasi sinematografi di SMK YPLP Perwira.

“Apalagi sekolah kami sudah memiliki peralatan sinematografi yang lengkap, yang merupakan bantuan dari Pusbang Film Kemendikbud,” imbuhnya.

Materi yang disampaikan dalam workshop cukup lengkap, mulai dari pra produksi hingga paska produksi. “Ada teknik pengambilan gambar, manajemen produksi, penulisan skenario, editing dan lainnya,” tambahnya. (mahendra yudhi krisnha)

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!