by

SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah Kekurangan Siswa. Terbanyak di Barlingmascakeb

-Pendidikan, Update-dibaca 9.41Rb kali | Dibagikan 54 Kali

Pasca pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri di Jateng mencapai 4.825 kursi tidak terisi siswa. Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Provinsi Jateng mencatat Disdikbud Wilayah IX dan X terbanyak  kursi kosong.

“Ada dua wilayah yang kosongnya banyak. Untuk wilayah IX meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen.Sedangkan wilayah X meliputi Kabupaten Banyumas dan Cilacap,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Syamsudin Isnaini kepada media siber lintas24.com, Jumat (17 Juli 2020)

Ia menjelaskan, untuk wilayah IX, masing-masing kabupaten terdapat sekitar 500 kursi kosong. Sedangkan di wilayah X masing-masing kabupaten terdapat terdapat sekitar 400 kursi kosong.

“Sebanyak 4.825 kursi kosong sudah diputuskan akan diisi calon siswa dari warga kurang mampu. Terutama mereka yang berisiko tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi,’ ungkapnua.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, kades, dan lurah untuk mendata warganya. Sebab, masih banyak warga di wilayah pedesaan yang memang tidak ada rencana melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK.

“Itu yang kami bidik untuk mengisi kekosongan kursi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kursi kosong juga diprioritaskan untuk calon siswa yang tinggal di wilayah tanpa ada SMA/SMK Negeri. Hal itu dilakukan untuk mengejar tahun ajaran baru yang sudah dimulai sejak 13 Juli 2020 lalu.

“Kami tidak menargetkan 4.000-an kursi kosong itu bisa terisi semua, setidaknya sebagian besar terisi,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Jateng Hari Wulyanto menambahkan, porsi 4.825 kursi kosong ini hampir merata antara SMA dan SMK.

“Kursi kosong SMA sekitar 2.300-an. Kalau SMK 2.400-an,” ungakapnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 4.825 kursi kosong tersebut karena ada siswa yang telah diterima di SMA/SMK Negeri mengundurkan diri, karena memilih sekolah swasta.

“Jumlahnya mencapai 2.981 orang. Ada juga karena dibatalkan atau terkena diskualifikasi saat proses verifikasi lalu. Jumlahnya mencapai 226 siswa.Sedangkan sisanya, 1.578 kursi, sudah tidak terisi saat proses PPDB,” ungkapnya.

Dikatakan, kebijakan pemenuhan daya tampung tersebut dimaksudkan sebagai upaya peningkatan layanan akses untuk meminimalkan angka anak yang tidak melanjutkan sekolah.

“Sekaligus upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam dimensi lama sekolah,” ungkapnya.

Comment

Berita Lainnya