Siswa SMP Negeri 1 Kemangkon Wujudkan Ecobrick Meja Kursi Taman

By: On: Dibaca: 12,215x
Siswa SMP Negeri 1 Kemangkon Wujudkan Ecobrick Meja Kursi Taman

Ecobrick, Karya Artistik dari Limbah Plastik

Hampir setiap orang pasti tidak akan terlepas menggunakan peralatan dan kemasan berbahan dasar plastik dalam aktivitasnya sehari-hari. Tumpukan sampah plastik dari hari ke hari pasti kian bertambah. Pembakaran sampah plastikpun menjadi pilihan yang gampang untuk menyelesaikan masalah

Seharusnya, perlu adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan. Untuk memudahkan pengelolaan sampah plastik pada skala rumah tangga, maka perlu adanya pemahaman tentang jenis-jenis plastik, kandungan materialnya, hingga dampaknya terhadap lingkungan sehingga diharapkan terbentuk manajemen pengelolaan yang tepat.

Satu solusi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan metode ecobricks. Metode yang ditemukan Russell Maier bersama isterinya Ani Himawati merupakan metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik hingga benar-benar keras dan padat.

Kata “eco” diletakkan di depan kata “bricks” (bata) untuk menunjukkan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam. Konsep “eco” ini bukan saja ramah lingkungan (environmentally friendly) namun juga tidak membutuhkan biaya yang besar (economically friendly).

Seperti dilakukan oleh para siswa dan Guru di SMP Negeri 1 Kemangkon yang telah berhasil menciptakan kursi dan meja taman yang indah dari ecobricks. Karya inovatif ecobricks merupakan salah pembelajaran inovatif untuk para siswa

“Tujuan dari pembuatan ecobrick sendiri adalah untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Kalau kita memilih untuk pembuatan meja dan kursi taman,”ungkap Kepala Sekolah Sri Sulastri, SPd kepada tabloid elemen dan cyber media lintas24.com.

Sri Sulastri juga mengungkapkan, ide pembuatan ekobrik juga untuk melengkapi penataan lingkungan yang sudah dilakukan dalam rangka persiapan penilaian lomba sekolah Adi Wiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, sekolah ini menjadi juara lomba sekolah adi wiyata tingkat kabupaten Purbalingga.

“Tahun 2018 ini kami mohon doa restu untuk melaju mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Sri Sulastri menjelaskan, cara pembuatan Ecobrick sangatlah mudah, yaitu dengan menyiapkan media botol plastik bekas. Sampah plastik bungkus jajanan yang dipotong-potong hingga padat. Satu botol plastik berukuran 600 mililiter dapat diisi dengan 250 gram sampah plastik. Setelah terkumpul, produk limbah plastik itu kemudian dibuat menjadi kursi dan meja taman yang memperindah taman sekolah karena bentuknya yang unik dan berwarna-warni.

“Sampah plastik yanng bisa digunakan, seperti pembungkus mie instan, kopi kemasan sachet, plastik makanan, maupun kantong sampah plastik. Bayangkan saja, betapa mudahnya kita dapat meminimalisir sampah plastik berserakan di sekitar kita dengan ecobricks ini,’ungkapnya.

Ia menambahkan, ecobricks tidak dapat mengurangi jumlah sampah, namun dengan membuat ecobrick plastik bekas dapat diubah menjadi sesuatu benda yang lebih visioner. Oleh karena itu penggunaan plastik perlu dikurangi agar jumlah plastik tidak terus meningkat. Jumlah plastik yang terus meningkat tentunya juga akan menambah masalah pada lingkungan.

Diapresiasi Bupati Purbalingga

Bupati Purbalingga, Tasdi mengapresiasi terobosan inovatif yang dilakukan oleh siswa dan guru SMP Negeri 1 Kemangkon. Metode inovatif pemanfaatan sampah plastik seperti ini sangat dibutuhkan Pemkab Purbalingga, di tengah upaya Pemkab untuk memerangi sampah.

“Ini sangat mudah, anak kecil pun bisa mempratekkan ini,” tutur Bupati Tasdi saat saat meninjau kesiapan sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Sri Sulastri, SPd mengikuti penilaian Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai langkah awal, lanjut Bupati Tasdi meja kursi ekobrikbuatan para siswa ini dibeli. rencananya akan dipasang di ruang tunggu bagian belakang rumah dinas Bupati. “Ini sebagai contoh untuk para ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga agar bisa tidak membuang sampah plastik, namun dijadikan ecobriks,”ungkap Bupati Tasdi (muhammad nur_adv)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!