Siswa Meregang Nyawa Saat MOS, KPAI Minta Kemendikbud Evaluasi SMA Taruna Palembang

By: On: Dibaca: dibaca 41.99Rbx
Siswa Meregang Nyawa Saat MOS, KPAI Minta Kemendikbud Evaluasi SMA Taruna Palembang

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Kemendikbud, Pemerintah Provinsi dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk membentuk tim khusus guna mengevaluasi SMA Taruna Indonesia Palembang dan juga sekolah-sekolah sejenis yang mengaku semi militer di wilayah Sumatera Selatan. Permintaan ini menyusul meninggal dunianya dua siswa SMA Taruna yang diduga dianiaya pembina saat Masa Orientasi Siswa (MOS).

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengungkapkan, dalam lembaga pendidikan seharusnya tidak ada kekerasan. KPAI juga mengutuk kekerasan yang dialami siswa DBJ (14)  yang meregang nyawa pada saat MOS.

KPAI juga mendorong Kemendikbud bekerja sama dengan dinas-dinas Pendidikan membentuk tim untuk mengevaluasi SMA Taruna Indonesia, Palembang dan juga di berbagai daerah untuk melakukan pemantauan dan dan pengawasan ke sekolah-sekolah semi militer,”ungkapnya, Sabtu (20 Juli 2019).

“Seharusnya tidak ada istilah semi militer di lembaga pendidikan pada jenjang PAUD sampai dengan SMA/SMK. Kasus kematian DBJ dan WK merupakan momentum untuk melakukan evaluasi dan pengawas secara mendalam,” kata dia.

KPAI juga mendorong pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya WJ, karena dari keterangan pihak keluarga kepada KPAI, WJ juga sempat menceritakan kembali kalau dirinya mengalami kekerasan selama mengikuti MPLS dan keluarga merekam pernyataan WJ tersebut.

Bahkan, WJ pun sempat menyampaikan kepada dokter RS Karya Asih yang memeriksanya terkait kekerasan yang dialaminya sehingga menimbulkan sakit pada bagian perutnya. Kepolisian bisa memulai mendalami hasil rekaman suara WJ dan juga meminta keterangan dokter yang mendengar langsung ucapan WJ bahwa dirinya mengalami kekerasan selama MPLS.

“Kami mengunjungi WJ beberapa waktu lalu dan keluarga menceritakan kepada komisioner KPAI bahwa anaknya tidak memiliki penyakit bawaan, apalagi di bagian pencernaan (usus), WJ tumbuh kembang secara sehat, kuat dan jarang sakit. WJ juga memiliki postur tubuh yang tinggi dan besar,” kata dia.

WJ memang memiliki cita-cita menjadi TNI sejak kecil, sehingga WJ ingin sekali bersekolah di SMA Taruna Indonesia Palembang.

Kedua orangtua mengaku saat mengantar WJ memasuki asrama di SMA Taruna Indonesia pada Sabtu, 6 Juli 2019 dalam keadaan sehat dan bugar. Namun, setelah mengikuti kegiatan sejenis Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental selama satu minggu, pihak keluarga ditelepon oleh pihak sekolah bahwa WJ berada di RS Karya Asih Palembang.

“Ke depan, kami harap tidak lagi kasus seperti ini terjadi kembali. Tidak boleh ada kekerasan di sekolah,” kata dia.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!