by

Siswa di Banjarnegara Masuk Sekolah Sepekan Sekali

-Pendidikan, Update-dibaca 13.58Rb kali | Dibagikan 147 Kali

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Banjarnegara, Noor Tamami menyatakan, proses pembelajaran tatap muka di kelas masih menunggu perkembangan situasi dan kesepatakan dengan orang tua siswa. Pasalnya, masih banyak orang tua agak khawatir dengan situasi pandemi. Sehingga pembelajaran di kelas melihat kondisi sampai memungkinkan. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan pembelajaran luring dimulai di sekolah

“Pembelajaran di kelas masih menunggu perkembangan situasi pandemi Covid-19. Untuk sementara proses pembelajaran secara dalam jaringan (daring) dan yang tidak memungkinkan secara luar jaringan (luring),” tegasnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal jika sudah memungkinkan pembelajaran akan dilakukan dengan jumlah siswa terbatas. Dengan sistem bergantian ini, anak diperkirakan dalam sepekan masuk satu kali. Untuk sementara ini, dinas telah mendesain materi belajar untuk para siswa selama belajar di rumah. Anak yang tidak memungkinkan belajar secara daring, belajar secara luring.

“Masuk secara bergantian. Sekolah itu tersedia berapa kelas. Nanti satu kelas hanya diperuntukkan untuk 10 sampai 16 anak. Orang tua mengambil tugas di sekolah. Kemudian dibawa ke rumah dan dikerjakan anak di rumah,” ungkapnya.

Satu pekan kemudian orang tua ke sekolah mengumpulkan tugas sekaligus mengambil tugas untuk pekan berikutnya. Pola seperti ini telah diterapkan di SMP.

“Untuk SMP tanggal 27 Juli sudah mulai ada tugas kepada anak lewat orang tua,” jelasnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya