Sidang PK Ba’asyir Segera Digelar, TPM Minta Tak Ada Petugas Bersenjata di Ruang Sidang

By: On: Dibaca: dibaca 101.97Rbx
Sidang PK Ba’asyir Segera Digelar, TPM Minta Tak Ada Petugas Bersenjata di Ruang Sidang

Abu Bakar Ba'asyir

CILACAP – Kepastian kapan sidang peninjauan kembali (PK) terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) terjawab sudah. Pengadilan Negeri (PN) Cilacap menyatakan siap menggelar sidang permohonan peninjauan kembali (PK) tersebut.

Demikian dikatakan Ketua PN Cilacap Mangatas Simanullang usai menerima rombongan Tim Pengacara Muslim (TPM) di ruang kerjanya, Rabu (16/12) siang. “Hari ini, kurang lebih pukul 13.00 WIB, kami menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 11 Desember 2015,” ucapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mempelajari lebih dulu surat salinan penetapan yang berkaitan dengan pendelegasian dari PN Jakarta Selatan kepada PN Cilacap terkait sidang permohonan PK yang diajukan ABB, sebelum dibuat langkah-langkah lebih lanjut.

Seperti menyiapkan majelis hakim yang akan memeriksa permohonan PK Nomor 17/Pid.PK/2015/PN Jkt.Sel yang diajukan ABB, termasuk mengkoordinasikan masalah keamanan dengan Polres Cilacap.

Tentang kapan sidang PK tersebut akan digelar, Mangatas memperkirakan paling cepat mulai pertengahan bulan Januari 2016 mendatang.

“Jadwalnya akan menyesuaikan dengan jadwal sidang yang lain,” katanya.

Dijelaskan Mangatas, persiapan sidang PK ABB nantinya akan dikoordinasikan oleh Ketua PN Cilacap yang baru, Sri Widodo (Wakil Ketua PN Cilacap sekarang). Sebab, dia akan dipindahtugaskan di PN Jakarta Barat.

Namun, pihaknya tetap berupaya mengkoordinasikan harapan TPM terkait masalah pengamanan kepada Polres Cilacap.

“Kita harapkan tidak ada apa-apa yang mengganggu persidangan,” lanjutnya.

Kepada wartawan, anggota Dewan Pembina TPM Achmad Michdan usai bertemu dengan Ketua PN Cilacap Mangatas Simanullang, mengharapkan agar PN Cilacap bisa mengkoordinasikan masalah pengamanan sidang dengan Polres Cilacap, sehingga dapat tercipta suasana yang kondusif.

“Kita harapkan kejadian saat sidang PK Ba’asyir dengan saksi terpidana mati kasus Bom Bali I Amrozi di PN Cilacap pada tahun 2006 lalu tidak terulang, sehingga nyaris terjadi kericuhan,” katanya, seraya menjelaskan bahwa saat itu pihaknya selaku tim pengacara harus menjalani pemeriksaan sedemikian rupa oleh aparat keamanan, sedangkan jaksa tidak diperlakukan seperti itu.

Selain itu, dia mengharapkan jadwal persidangan PK tersebut disesuaikan dengan jadwal kunjungan keluarga Ba’asyir.

“Jadwal kunjungannya hari Senin dan Rabu, kasihan kalau harus menghadiri sidang. Kalau bisa, jadwal sidangnya hari Kamis,” imbuhnya berharap.

Tentang perlakuan petugas keamanan terhadap tim pengacara, Ketua Dewan Pembina TPM Mahendradatta mengharapkan adanya kesamaan perlakuan antara pengacara dan jaksa.

Seperti rombongan jaksa yang masuk ke PN Cilacap tidak menjalani pemeriksaan petugas keamanan, namun giliran pengacara justru diperiksa. Sehingga pihaknya merasa tidak disejajarkan.

“Padahal kami juga penegak hukum. Kami mohon kejadian tersebut tidak terulang lagi karena sidang PK Ba’asyir kali ini menarik perhatian, tidak hanya media dalam negeri yang meliput tetapi juga dari luar negeri,” tandasnya.

Hal lain yang dikhawatirkan TPM adalah banyaknya simpatisan Ba’asyir yang menghadiri sidang, sehingga keamanan tetap dibutuhkan guna mengantisipasi kemungkinan adanya provokasi dari pihak lain.

Juga mengharapkan PN Cilacap membacakan terlebih dahulu peraturan persidangan sebelum sidang dimulai, sehingga tidak ada petugas keamanan bersenjata di dalam ruang sidang. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!