by

Seribu Curug Cantik” di Purbalingga Sangat Memanjakan Hati

-Wisata-dibaca 189.91Rb kali | Dibagikan 70 Kali

seorang pengunjung selfi di curug Sumba Desa Tlahab Kidul Karangreja

Desa Tlahab Kidul dan Tlahab Lor, terletak diwilayah Kecamatan Karangreja salah satu diantara 18 Kecamatan di Kabupaten Jawa Tengah. Jika Anda mau berkunjung ke Purbalingga dari arah Tegal dan Pemalang melalui jalur utara pasti melewati kedua Desa ini.

Di Desa Tlahab Lor, setidaknya ada tiga curug yakni curug Silintang, Silawang dan curug Sikasur. Untuk menuju curug Sikasur, harus melewati areal persawahan sekitar 600 meter dan untuk menuju curug Silintang, dan Silawang, perjalanan sekitar 40 menit dari balai desa Tlahab Lor.  Sedangkan di Desa Tlahab Kidul, ada curug Sumba. Lokasinya hanya sekitar 300 meter dari jalan raya Karangreja – Bobotsari.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si, membenarkan, bahwa di Purbalingga terdapat ribuan curug mulai dari yang debit airya kecil hingga yang besar, dan mulai dari ketinggian yang rendah hingga puluhan meter, ada di Purbalingga.

“Dengan banyaknya curug ini, wilayah Purbalingga sering mendapat sebutan ‘Sewu Curug’ atau ‘Seribu Curug’. Daya tarik wisata yang terselubung ini memberikan keindahan yang mempesona bagi wisatawan,” kata Prayitno kepada lintas24.com, disela-sela mengunjungi sejumlah curug di wilayah, Kamis (19/5).

Curug Banyak Tersebar

Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Bobotsari, terdapat curug Penisihan di Desa Palumbungan. Curug ini memiliki ketinggian 8 meter, dan aliran airnya membentuk kolam sekitar 25 meter. Air Curug Penisihan merupakan aliran Sungai Klawing, sungai terbesar yang membelah wilayah Purbalingga yang letaknya hampir mendekati hulu sungai.

Di Kecamatan Mrebet tak jauh dari Kecamatan Bobotsari tepatnya di Desa Talagening, ada curug Ciputut. Panoramanya cukup indah untuk dipandang. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter dan tidak pernah kering sepanjang tahun. Banyak dikunjungi remaja-remaja pada saat libur dan mereka yang gemar berpetualang karena medannya cukup memadai dengan dinding dan lereng yang terjal.

Kekayaan wisata lainya yakni, curug yang masih terselubung dan belum banyak dikunjungi wisatawan juga terdapat seperti di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, ada curug Tempuran yang airnya bersumber dari tempuran Kali Lutung dan Kali Lembarang, curug Pengantin yang bertingkat dengan ketinggian 40 meter, dan curug Sawangan yang masih tertutup batu besar. Selain ketiga curug itu, masih ada tujuh curug lain yang kecil-kecil.

Tidak jauh dari Desa Bumisari, di tetangga desanya, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet ada curug Nini, curug Ciponggoh (ada yang menyebut curug Singogah), bataputih dan telaga Bolangirit. Di Desa Cipaku, juga terdapat situs batutulis. Masih di Mrebet, tepatnya di Desa Serayu Larangan, ada curug Ciputut.

“Jalan setapak menuju beberapa curug itu memang belum tertata rapih, namun pada hari-hari libur, sudah banyak pengunjung dari lokal yang datang. Kami terus mendorong sejumlah pemuda di desa itu untuk membentuk Pokdarwis dan mengelola curug itu sebagai daya tarik wisata di desa,” katanya.

Namun lanjut Prayitno, selain curug tersembunyi itu, ada sejumlah curug lain yang sudah dikelola oleh Pokdarwis, seperti di desa wisata Tanalum, Kecamatan Rembang, ada curug Aul, curug Karang, curug Nagasari, curug Gogor dan curug lainnya. Curug Nagasari sering dijadikan ajang wisata minat khusus canyoning. Kemudian di desa wisata Panusupan, ada curug Pesantren, curug Wana Tirta, curug Silawe dan beberapa curug lainnya.

“Anda ingin menikmati wisata yang tidak biasanya, bolehlah mengunjungi air terjun (curug) yang banyak terdapat di desa-desa. Pesona curug yang tersebar di sisi Timur Gunung Slamet ini, sangat indah dan tentunya membuat hati menjadi sejuk,”ajak Prayitno.

Comment

Berita Lainnya